Pramono Siap Dukung Polda Metro Jaya Berantas Narkoba

CNN Indonesia
Rabu, 14 Okt 2026 19:39 WIB
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengatakan siap bekerja sama dengan Polda Metro Jaya dalam menata kawasan rawan penyalahgunaan narkoba, seperti Kampung Bali hingga Kampung Boncos. (CNN Indonesia/ Bernadette Moureen)
Jakarta, CNN Indonesia --

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengatakan siap bekerja sama dengan Polda Metro Jaya dalam menata kawasan rawan penyalahgunaan narkoba, seperti Kampung Bali hingga Kampung Boncos.

Hal tersebut disampaikan Pramono usai bertemu dengan Kapolda Metro Jaya Komjen Dadang Hartanto pada Selasa (13/10) lalu.

Pramono mengaku membahas sejumlah isu yang menjadi arahan Kapolri Jenderal Suyudi Ario Seto kepada jajaran Polri.

"Intinya adalah bagaimana polisi bersama rakyat dan polisi juga concern terhadap hal yang berkaitan dengan pembukaan lapangan kerja," ujar Pramono di Balai Kota, Jakarta Pusat, Rabu (14/10).

Pramono mengaku akan memberikan dukungan sepenuhnya, termasuk penataan kawasan-kawasan di Jakarta yang disebut memerlukan perhatian khusus, termasuk Kampung Bali dan Kampung Boncos.

"Pemerintah DKI Jakarta akan bekerja sama dengan kepolisian, termasuk penanganan hal yang berkaitan dengan narkoba," ujarnya.

Pramono mengklaim bahwa program penataan area seluas 2,3 km persegi yang akan dilakukan di Tanah Abang tanpa penggusuran telah sesuai dengan program Kapolri baru.

"Menurut saya ini akan sangat sesuai dengan apa yang menjadi program Bapak Kapolri yang diterjemahkan oleh Kapolda Metro di Jakarta ini, sehingga kami akan bersinergi untuk itu," ujarnya.

Sebelumnya Komjen Dadang Hartanto didampingi Wakapolda Metro Jaya Irjen Adex Yudiswan menemui Pramono di Balai Kota, Selasa (13/10).

Selain sejumlah hal yang disebutkan Pramono, terdapat pula persoalan lainnya yang dibahas dalam pertemuan ini.

Salah satunya adalah program Polisi Peduli Pengangguran (Poliran). Kepolisian akan berkolaborasi dalam membantu warga memperoleh pelatihan keterampilan dan kesempatan kerja.

Pembahasan terkait peran polisi dalam edukasi di sekolah, pemanfaatan CCTV, penguatan sistem keamanan di layanan transportasi umum, hingga sistem pengamaman kota juga dibahas dalam pertemuan ini.

Pertemuan ini diadakan menyusul adanya pergantian kepemimpinan Polda Metro Jaya pada 2 Oktober lalu.

(mou/fra)


KOMENTAR

ARTIKEL TERKAIT
TOPIK TERKAIT
TERPOPULER
LAINNYA DARI DETIKNETWORK