Udara di Sumut Memburuk Imbas Karhutla, Kasus ISPA Tembus 89.638
Kualitas udara di wilayah Sumatera Utara (Sumut) semakin memburuk akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Dinas Kesehatan (Dinkes) Sumatera Utara mencatat sebanyak 89.638 kasus ISPA (Infeksi Saluran Pernafasan Akut) selama September 2026.
"Pada Agustus 2026 sebanyak 88.650 kasus ISPA tercatat di Sumut. Namun angka tersebut mengalami kenaikan pada September 2026 menjadi 89.638 kasus," kata Sekretaris Dinkes Sumut, Hamid Rijal Lubis, Kamis (15/10).
Hamid mengingatkan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan dan mengurangi paparan asap, khususnya ketika kualitas udara berada dalam kategori tidak sehat.
"Menurut pemantauan BMKG, kualitas udara di Kota Medan dan beberapa wilayah di Sumut dalam kategori sedang hingga tidak sehat, dan sebagian daerah masih diselimuti kabut asap. Kami mengimbau masyarakat mengurangi aktivitas di luar ruangan terutama saat kondisi kualitas udara berasap atau memburuk," ujarnya.
Namun begitu jika terpaksa beraktivitas di luar ruangan, agar menggunakan masker yang dapat menyaring partikel halus, terutama PM2.5. Masyarakat juga diminta memantau informasi kualitas udara dari sumber resmi seperti BBMKG dan mengikuti perkembangan kondisi di wilayah masing-masing.
"Anak-anak, lansia, ibu hamil serta penderita penyakit pernapasan atau penyakit penyerta agar membatasi aktivitas di luar ruangan," urainya.
Hamid mengimbau masyarakat agar segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan jika mengalami keluhan seperti batuk, sesak napas, nyeri dada, mata perih, atau keluhan kesehatan lainnya yang menetap atau memburuk. Jangan lupa minum air putih dan jaga daya tahan tubuh dengan pola hidup sehat dan konsumsi gizi seimbang.
"Ketika polusi udara tinggi, warga disarankan menutup pintu, jendela, dan ventilasi yang terpapar udara luar dengan tetap memperhatikan kebutuhan ventilasi yang aman. Penggunaan penjernih udara di dalam ruangan juga dianjurkan apabila tersedia," paparnya.
Diketahui, kabut asap yang menyelimuti sejumlah wilayah di Sumatera Utara (Sumut) semakin mengganggu jarak pandang. Kabut asap ini disebut merupakan kiriman dari wilayah Sumatera Bagian Selatan dan Kalimantan yang terbawa oleh pergerakan massa udara.
Kepala BBMKG Wilayah I Medan, Hendro Nugroho mengatakan berdasarkan pemantauan pada 15 Oktober 2026, kualitas udara di sejumlah wilayah Sumatera Utara berada dalam kategori sedang hingga tidak sehat.
"Hasil pengamatan Stasiun Meteorologi Kualanamu, Stasiun Meteorologi Aek Godang, dan Stasiun Meteorologi Silangit pada 15 Oktober 2026 pukul 09.00 WIB juga menunjukkan penurunan jarak pandang berkisar antara 1-3 km," jelasnya.
Oleh karena itu, masyarakat yang berada di wilayah dengan jarak pandang rendah akibat kabut dan asap diimbau untuk berhati-hati saat berkendara, mengurangi kecepatan, menjaga jarak aman, serta menyalakan lampu kendaraan sesuai kebutuhan.
"Masyarakat juga diimbau untuk mengurangi aktivitas di luar ruangan apabila kualitas udara memburuk dan menggunakan masker yang sesuai untuk mengurangi paparan partikel asap," ujarnya.