Pemprov DKI Jakarta Ungkap Impian Besar Benyamin S Award
Asisten Pemerintahan Sekretaris Daerah Provinsi DKI Jakarta, Sigit Wijatmoko, mengungkap harapan untuk mengembangkan peran lurah dalam mewujudkan Jakarta sebagai Kota Global melalui Benyamin S Award (BSA).
Hal ini disampaikan Sigit ketika menghadiri babak final penilaian presentasi BSA di Jakarta Pusat, Kamis (15/10).
"Dengan semakin banyaknya peserta, semakin tingginya kompetisi dari keunggulan-keunggulan itu maka perwujudan pencapaian Jakarta Kota Global dengan mengembangkan lurah sebagai urban estate manager itu bisa diakselerasi lebih cepat dari target," ujar Sigit.
Urban estate manager ini merujuk pada bagaimana lurah memegang tanggung jawab dalam mengelola, merawat, dan mengoperasikan kawasan perkotaan. Sigit menekankan kelurahan menjadi basis terdepan dalam penyelenggaraan pemerintahan kota.
"Pak Gubernur dan Pak Wagub menyampaikan bahwa yang utama adalah bagaimana pemerintah kota sampai dengan kelurahan itu bisa menggerakkan semua potensi yang ada di masyarakatnya," ungkapnya.
BSA pun hadir untuk melihat kemajuan wilayah kelurahan, terkhususnya dari segi kebersihan, kenyamanan, keindahan, hingga teknologi terapan. Sigit pun mengaku takjub sekaligus bersyukur melihat antusiasme kelurahan di Provinsi DKI Jakarta.
Dari total 267 kelurahan, sebanyak 52 di antaranya masuk ke seleksi penjurian. Hari ini, 10 finalis telah terseleksi dan tengah menjalani proses penjurian akhir.
"BSA Award tidak hanya dikenal, tetapi menjadi sesuatu yang ditunggu oleh teman-teman lurah untuk bisa menampilkan, mempresentasikan keunggulan-keunggulan yang ada di wilayahnya masing-masing," ungkapnya.
Sementara itu, Kepala Biro Kerja Sama Daerah Sekretariat Daerah Provinsi DKI Jakarta Tona Hutauruk menguraikan beberapa rencana lanjutan setelah terlaksananya Benyamin S Award (BSA) 2026.
Salah satu rencana tersebut adalah penyediaan sejumlah informasi penting soal Jakarta, misalnya dalam bentuk peta wisata.
"Jadi nanti akan diterbitkan peta wisata Jakarta, kemudian data taman mana yang beroperasi 24 jam dan secara baik secara bagaimana, data kebersihan sampah," ujar Tona.
Data ini nantinya ia sebut akan dibuat terintegrasi sehingga mampu dimanfaatkan oleh semua pihak dan diakses daam satu platform data bersama.
Selain ini, BSA juga diproyeksikan berkontribusi dalam 500 tahun kota Jakarta dan perjalanan Jakarta menuju Kota Global. Namun, dalam prosesnya, Tona menekankan agar Jakarta tak kehilangan identitas aslinya dan dapat menguatkan kekompakan antar warga.
Terakhir, Tona berharap bahwa BSA dapat direplikasi dan diperluas cakupannya hingga ke wilayah-wilayah lain. Bahkan, ia sebut BSA dapat dicontoh nantinya oleh kota-kota tingkat internasional.
"Harapannya nanti setelah 5 tahun ini selesai maka BSA ini bisa dibawa ke tingkat regional bahkan internasional. Jadi bisa menjadi pilot project dan mungkin ditiru oleh negara-negara lain," ujar Tona.
(mou/har)