Batam Dibekap Asap, Penerbangan di Bandara Hang Nadim Ditunda
Sejumlah penerbangan dari dan menuju Bandara Internasional Hang Nadim Batam (BTH) mengalami penundaan (delay) akibat kabut asap karhutla, Kamis (15/10).
Direktur Utama PT Bandara Internasional Batam (BIB) Annang Setia Budhi mengatakan, kondisi ini terjadi disebabkan oleh penurunan jarak pandang (visibility) akibat sebaran kabut asap yang melanda beberapa wilayah di Sumatra, sehingga mempengaruhi kelaikan dan keselamatan penerbangan pada ruang udara Bandara asal maupun tujuan.
"Berdasarkan laporan dan pemberitahuan resmi dari pihak maskapai penerbangan (Citilink, Lion Air, dan Super Air Jet), yang terdampak akibat kabut asap," kata Annang saat dikonfirmasi Kamis (15/10).
Annang mengatakan PT Bandara Internasional Batam terus berkoordinasi secara aktif dengan AirNav Indonesia, BMKG, serta pihak maskapai penerbangan untuk terus memantau pergerakan kabut asap dan tingkat visibilitas udara.
Dia menyebut juga memastikan pihak maskapai menjalankan kewajibannya dalam memberikan pemenuhan hak-hak penumpang (passenger compensation) sesuai dengan regulasi penanganan keterlambatan yang berlaku.
"Kami memohon maaf atas ketidaknyamanan yang dialami oleh para pengguna jasa udara dan mengimbau seluruh calon penumpang untuk memantau pembaruan status penerbangan secara berkala melalui saluran resmi maskapai masing-masing atau layanan Customer Service di Terminal Bandara Internasional Hang Nadim Batam," ujarnya.
Berikut penerbangan yang terdampak penyesuaian antara lain:
Citilink :
1. QG989-QG924 (Palembang - Batam - Kualanamu).
2. QG925-QG934 (Kualanamu - Batam - Pekanbaru).
3. QG948-QG949 (Surabaya - Batam - Surabaya).
4. QG935-QG922 (Pekanbaru - Batam - Kualanamu).
5. QG923-QG988 (Kualanamu - Batam - Palembang).
Super Air Jet:
1. IU 2974 (Jambi - Batam).
2. IU 960 (Batam - Letung - Dabok).
Lion Air:
1. JT 246 - JT 239 (Palembang - Batam - Pekanbaru).
2. JT 238 - JT 229 (Pekanbaru - Batam - Padang).