Kepala Staf TNI Angkatan Darat (KSAD) Jenderal Tandyo Budi Revita enggan berspekulasi ketika ditanyakan isu menjadi panglima TNI.
Tandyo yang sebelumnya menjabat wakil panglima TNI diangkat sebagai KSAD menggantikan Jenderal Maruli Simanjuntak. Maruli kini menjadi wakil panglima TNI.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Wah, itu, terima kasih, itu di luar kemampuan saya, terima kasih," kata Tandyo usai dilantik di Istana Merdeka, Jakarta, Kamis (15/10).
Tandyo mengatakan Angkatan Darat akan berpartisipasi menyukseskan program prioritas pemerintah.
Ia menyinggung sejumlah program pemerintah, seperti Kopdes Merah Putih hingga isu ketahanan pangan.
Selain itu, Tandyo mengatakan jajarannya yang memiliki dengan jumlah prajurit terbanyak di TNI juga akan mempercepat upaya pemadaman karhutla.
Tandyo diangkat menjadi KSAD menggantikan Maruli. Mereka berdua 'bertukar posisi', jabatan Wakil Panglima yang tadinya dijabat Tandyo kini diduduki Maruli.
Bersamaan dengan pelantikan Tandyo sebagai KSAD, isu Tandyo akan menjadi Panglima TNI pun ikut menyeruak.
Hal itu berkenaan juga dengan syarat menjadi Panglim TNI yang diatur dalam UU TNI bahwa yang bersangkutan harus pernah atau sedang menjabat Kepala Staf.
(mnf/fra)

