Pemkot Pekanbaru Raih Predikat 'Sangat Baik' untuk Iklim Investasi

Pemkot Pekanbaru | CNN Indonesia
Kamis, 15 Okt 2026 20:42 WIB
Wali Kota Pekanbaru, Agung Nugroho. (Foto: Arsip Pekanbaru)
Jakarta, CNN Indonesia --

Pemerintah Kota (Pemkot) Pekanbaru meraih predikat 'Sangat Baik' dalam penilaian kinerja pelayanan perizinan dan percepatan berusaha pemerintah daerah tingkat nasional tahun 2026. Capaian tersebut diraih pada masa kepemimpinan Wali Kota, Agung Nugroho, dan Wakil Wali Kota, Markarius Anwar.

Penghargaan tersebut diberikan berdasarkan hasil Penilaian Kinerja Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP) dan Kinerja Percepatan Pelaksanaan Berusaha Pemerintah Daerah Tahun 2026. Penghargaan diserahkan oleh Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), Rosan Perkasa Roeslani.

Predikat tersebut menjadi pengakuan atas kinerja pelayanan perizinan dan upaya percepatan pelaksanaan berusaha di Pekanbaru. Pemkot Pekanbaru berupaya meningkatkan kualitas pelayanan melalui penyederhanaan birokrasi dan pemanfaatan teknologi digital.

Wali Kota Agung Nugroho mengarahkan jajaran pemerintah kota, khususnya Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP), untuk mempercepat layanan dan mempermudah proses perizinan bagi investor serta pelaku usaha, termasuk usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

"Kita harus pastikan iklim investasi di Pekanbaru itu ramah, cepat, dan transparan. Pelayanan publik adalah etalase dan cerminan wajah pemerintah kota," ujarnya dalam keterangan tertulis, Kamis (15/10).

Upaya peningkatan pelayanan dilakukan melalui pemanfaatan sistem digital SIP AMAN, serta penyediaan Mal Pelayanan Publik (MPP) Mini dan layanan MPP Keliling. Inovasi tersebut ditujukan untuk mendekatkan layanan administrasi dan perizinan kepada masyarakat.

Di sisi lain, capaian investasi dan pertumbuhan ekonomi menjadi indikator perkembangan aktivitas ekonomi Pekanbaru sepanjang 2026. Pada semester I 2026, realisasi investasi di kota tersebut tercatat mencapai Rp7,35 triliun atau 156,02 persen dari target yang ditetapkan.

Realisasi itu terdiri atas penanaman modal dalam negeri (PMDN) sebesar Rp6,12 triliun dan penanaman modal asing (PMA) sebesar Rp1,24 triliun. Capaian tersebut menunjukkan realisasi investasi telah melampaui target pemerintah kota pada periode tersebut.

Pertumbuhan ekonomi Pekanbaru juga tercatat sekitar 8 persen pada triwulan I 2026, kemudian mencapai 7,39 persen pada triwulan II 2026. Menurut rilis Pemkot Pekanbaru, angka tersebut berada di atas rata-rata pertumbuhan ekonomi Provinsi Riau.

Di samping investasi dan pertumbuhan ekonomi, Pembentukan Modal Tetap Bruto (PMTB) Pekanbaru tumbuh 8,55 persen. Indikator tersebut mencerminkan perkembangan pembentukan modal atau investasi pada aset tetap dalam kegiatan ekonomi.

Capaian penghargaan nasional tersebut menjadi salah satu tolok ukur kinerja Pemkot Pekanbaru dalam meningkatkan pelayanan perizinan dan menciptakan iklim usaha yang mendukung investasi.

Pemerintah kota menyatakan akan melanjutkan inovasi pelayanan untuk menjaga pertumbuhan ekonomi dan meningkatkan kualitas layanan kepada masyarakat. Salah satunya, Agung menekankan pentingnya transformasi pelayanan publik melalui pemanfaatan teknologi dan pendekatan langsung kepada masyarakat.

"Lakukan transformasi digital, jemput bola ke masyarakat, berikan yang terbaik, dan permudah semua urusan perizinan masyarakat tanpa terkecuali," pungkas dia.

(rir)
KOMENTAR

ARTIKEL TERKAIT
TOPIK TERKAIT
TERPOPULER
LAINNYA DARI DETIKNETWORK