Aktivis Ajak Masyarakat Ubah Cara Pandang Terhadap Disabilitas
Aktivis isu disabilitas, Angkie Yudistia mengajak masyarakat untuk mengubah cara pandang terhadap penyandang disabilitas dari belas kasihan menjadi penghormatan terhadap kemampuan dan karya mereka.
"Sudah saatnya kita mengubah cara pandang, dari belas kasihan menuju penghormatan, dari keterbatasan menuju kesempatan, dan dari sekadar penerima manfaat menjadi subjek pembangunan yang berdaya," kata Angkie mengutip Antara, Kamis (15/10).
Hal tersebut disampaikan Angkie merespons audiensi Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka dengan anak-anak Komunitas Aku Menari di Istana Wakil Presiden.
Dalam audiensi tersebut, Gibran memberikan dukungan terhadap kegiatan Komunitas Aku Menari yang memberikan ruang ekspresi bagi anak-anak penyandang disabilitas melalui seni.
Selain itu, Gibran juga menawarkan auditorium di lingkungan Istana Wakil Presiden untuk dijadikan sebagai tempat latihan komunitas tersebut.
Merespons itu, Angkie berharap pertemuan tersebut menjadi awal dari semakin luasnya ruang partisipasi bagi komunitas disabilitas di berbagai daerah. Menurutnya, kesempatan untuk berkarya dan berpartisipasi perlu terus diperluas agar penyandang disabilitas dapat menunjukkan potensi serta berkontribusi dalam pembangunan.
Lebih lanjut, Angkie mengatakan bahwa anak-anak penyandang disabilitas tidak seharusnya ditempatkan sebagai objek belas kasihan ataupun sekadar penerima bantuan, tetapi perlu diberikan ruang untuk menunjukkan kemampuan dan karya mereka.
"Anak-anak penyandang disabilitas tidak hadir untuk dikasihani. Mereka hadir untuk menunjukkan bahwa kemampuan tidak pernah bisa diukur hanya dari kondisi fisik maupun ragam disabilitas seseorang," ujarnya.
Ia mengatakan bahwa penyandang disabilitas memiliki kreativitas, talenta, aspirasi, serta kemampuan untuk memberikan kontribusi bagi masyarakat. Angkie juga menilai anak-anak penyandang disabilitas dapat berperan dalam pelestarian budaya melalui karya seni yang mereka hasilkan.
"Mereka bukan sekadar bagian dari cerita tentang inklusi. Mereka adalah pencipta karya, penjaga budaya, sekaligus bagian dari masa depan Indonesia," kata dia.