10 Lurah DKI Asah Kemampuan Komunikasi Jelang Tahap Final BSA 2026

Pemprov DKI Jakarta | CNN Indonesia
Jumat, 16 Okt 2026 13:08 WIB
Sepuluh lurah finalis Benyamin S Award (BSA) mengikuti pelatihan kemampuan komunikasi yang diadakan oleh Pemerintah Provinsi DKI Jakarta. One Day Public Speaking and Showmanship Workshop ini diadakan di Grha Ali Sadikin, Balai Kota, Jakarta Pusat pad
10 lurah finalis BSA mengikuti pelatihan 'public speaking' yang diselenggarakan oleh Biro KSD Provinsi Jakarta dan mitra Paragon di Grha Ali Sadikin, Balai Kota, Jakarta Pusat, Selasa (13/10). (Foto: CNNIndonesia/Moureen Nathalia)
Jakarta, CNN Indonesia --

Jelang tahap penilaian paparan langsung, sepuluh lurah finalis Benyamin S Award (BSA) mengikuti pelatihan 'public speaking' yang diselenggarakan oleh Biro Kerja Sama Daerah Provinsi Jakarta bersama mitra Paragon. Pelatihan tersebut memberikan materi berbasis praktik, seperti presence and mindset, struktur pesan, hingga seni bercerita (storytelling).

Kegiatan bertajuk 'One Day Public Speaking and Showmanship Workshop' itu diikuti oleh para lurah dari Kebon Sirih, Cilandak Barat, Kebon Baru, Tamansari, Sukabumi Utara, Srengseng, Hutan Kayu Selatan, Malaka Sari, Kelapa Gading Timur, serta Kelurahan Pulau Panggang.

Pelatihan dibagi ke dalam tiga sesi, dimulai dari materi presence (kewibawaan) dan mindset (pola pikir). Sesi berikutnya membahas struktur pesan, mencakup struktur presentasi yang baik, pembuatan outline, dan poin pemaparan yang kuat.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sesi terakhir mengajarkan manajemen panggung dan teknik bercerita. Pelatih komunikasi Omar Danishwara mengajak para lurah mempraktikkan kemampuan bercerita dan kerja sama dengan medium lukis dan balok mainan.

Lurah Tamansari, Abdul Malik Raharusun, menyebut pelatihan itu menyenangkan karena diisi berbagai praktik. Ia menilai pelatihan tersebut menjadi modal untuk tampil dalam paparan pada 15 Oktober 2026.

"Seru banget, seru banget karena ya tadi ada praktik imajinasi, menggambar, kemudian berdialog, berdiskusi, membangun kerja sama tim," ujarnya kepada CNN Indonesia.

Lurah Kebon Sirih, Henny Mahrojah, mengaku baru mengetahui adanya sejumlah hal yang perlu diperhatikan dalam sebuah paparan. Salah satunya, penyampaian program perlu dikemas dalam bentuk cerita.

"Kita harus bisa bercerita agar audiens dan penilai tertarik dengan apa yang dibawakan," ucap dia.

Henny juga menyatakan akan menerapkan ilmu dari pelatihan itu dalam paparan pada 15 Oktober. Menurut dia, kegiatan tersebut bermanfaat karena memberi sudut pandang baru dalam menyampaikan paparan.

Di sisi lain, Omar menjelaskan para lurah perlu melihat keterampilan berkomunikasi sebagai bagian yang tidak terpisah dari keterampilan lain. Hal itu penting karena lurah mengemban amanah sebagai pemimpin.

Salah satu target pelatihan, kata dia, adalah agar lurah mampu mengomunikasikan program kepada masyarakat.

"Bagaimana nanti mengomunikasikan program itu kepada masyarakat sehingga program itu dapat diwujudkan dengan baik, kemudian dapat dimanifestasikan bersama, sekaligus dampaknya itu sustainable," tegas Omar.

Terlebih, materi yang diangkat para lurah dalam paparan adalah aspirasi dan harapan masyarakat yang diwujudkan melalui program. Pelatihan bertujuan membekali para lurah agar dapat memaparkan program terbaik di hadapan juri.

Sebagai informasi, penilaian tahap final berupa paparan langsung di hadapan dewan juri digelar pada 15 Oktober 2026. Sementara pengumuman kelurahan peraih BSA dijadwalkan pada 30 Oktober 2026.

BSA merupakan program Pemprov DKI Jakarta melalui Biro KSD Sekretariat Daerah. Ajang itu mengapresiasi kelurahan yang berkomitmen mewujudkan Jakarta yang bersih, nyaman, indah, dan sejahtera.

(rir)