BMKG: Asap Karhutla Terdeteksi Masuk ke Wilayah Jakarta

CNN Indonesia
Jumat, 16 Okt 2026 15:59 WIB
citra sebaran asap wilayah Indonesia yang dirilis BMKG
Sekretaris Utama Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Guswanto ungkap asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla) terdeteksi di Jakarta sejak Jumat (16/10). (BMKG)
Jakarta, CNN Indonesia --

Sekretaris Utama Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Guswanto ungkap asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla) terdeteksi di Jakarta sejak Jumat (16/10).

"Dari citra sebaran asap wilayah Indonesia yang dirilis BMKG jam 10.00 WIB tadi ya, itu hasil deliniasi terdeteksi asap yang sudah masuk ke wilayah Banten, maupun Jawa Barat, ataupun di Jakarta sendiri," kata Guswanto saat dikonfirmasi wartawan, Jumat (16/10).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Guswanto mengatakan bahwa asap tersebut berasal dari karhutla yang terjadi di Kalimantan.

Temuan ini dapat terlihat pada gambar citra satelit BMKG yang menunjukkan garis putus-putus warna pink mengelilingi wilayah Kalimantan, Sumatera, beberapa bagian Sulawesi, hingga beberapa bagian Jawa.

"Yang di sekitaran Kalimantan sama Sumatera, itu tersebar di Kalimantan, Sumatera, sama yang sedikit bagian ke Banten, Jawa Barat maupun DKI," ujarnya.

Namun, Guswanto menjelaskan bahwa sebaran asap ini masih perlu dipantau. Hal ini dikarenakan sebaran asap kini baru sampai di atmosfer dan belum secara langsung terlihat pada tingkat konsentrasi polutan di permukaan.

"Perlu dipantau terus, apakah konsentrasi yang di Jakarta ini benar-benar meningkat di permukaan, atau hanya melintas di lapisan atmosfer atas," katanya.

Guswanto menekankan bahwa yang perlu diperhatikan adalah tingkat kualitas udara atau konsentrasi polutan PM2.5.

"Yang paling menentukan risiko kesehatan adalah data kualitas udara (PM2.5/AQI) saat itu, bukan hanya citra satelit sebaran asap," ujarnya.

Sebagai bentuk antisipasi, Guswanto mengimbau masyarakat untuk mengurangi aktivitas di luar rumah. Guswanto mendorong masyarakat untuk mengenakan masker, khususnya yang bertipe KN95, KF94, atau N95.

"Batasi kegiatan di luar ruangan dulu, lebih baik apa, dibatasi dululah. Kalau olahraga, nge-gym aja di gym, tidak usah lari atau apa di luar ruangan," katanya.

Berdasarkan data BMKG, per Jumat (16/10) pukul 12.00 WIB, konsentrasi partikulat PM2.5 di Kemayoran, Jakarta, berada pada angka 67.5 µg/m3. Angka ini termasuk ke dalam kategori tidak sehat dengan penanda warna kuning.

(mou/fra)
placeholder