Dua Petugas Korban Karhutla Bromo Jalani Operasi Luka Bakar
Dua Anggota petugas gabungan yang jadi korban luka saat memadamkan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) terpaksa dilarikan ke RSUD Dr Soetomo, Surabaya, untuk menjalani operasi luka bakar.
Keduanya yakni Munawi dari satuan Masyarakat Peduli Api (MMP TLP), dan Suraji yang berprofesi sebagai sekuriti di hotel sekitar lokasi karhutla.
Mereka dirujuk dari RSUD Tongas, Kabupaten Probolinggo ke RSUD Dr Soetomo demi mendapatkan penanganan medis yang lebih intensif akibat insiden tersebut.
Staf Instalasi Hukum, Humas, dan Pemasaran RSUD Dr Soetomo, Adin Niken Primasari, mengonfirmasi kedua pasien telah masuk ke Instalasi Gawat Darurat (IGD) pada Kamis (15/10) malam tadi.
"Pasien yang pertama diterima di IGD pukul 20.45 WIB. Sudah dilaksanakan operasi pada dini hari dan hingga saat ini masih berlangsung operasinya," kata Niken dikonfirmasi Jumat (16/10).
Sementara itu, pasien kedua tiba di RAUD Dr Soetomo selang kurang dari satu jam kemudian. Pasien ini juga dijadwalkan untuk segera menjalani tindakan pembedahan.
"Pasien yang kedua diterima pukul 21.36 WIB. Rencana akan dioperasi, saat ini masih observasi di RES," ujarnya.
Pihak RSUD Dr Soetomo belum merilis keterangan lebih lanjut mengenai tingkat keparahan luka atau detail kondisi terkini dari masing-masing korban.
Hingga berita ini diturunkan, tim medis masih berfokus penuh pada tindakan penyelamatan dan operasi di ruang resusitasi maupun ruang bedah.
Sedangkan empat petugas yang gugur dalam peristiwa itu yakni Sukaris (55), dan Hendra Rony Wagiyanata dari petugas TNBTS. Kemudian Wisnu Yuda Pratama (25) dan Sefriel Ardiansyah (19) yang merupakan sekuriti hotel sekitar lokasi kejadian.