Pramono: Salah Satu Masalah Utama Kita Itu Ego Pemimpin

CNN Indonesia
Sabtu, 17 Okt 2026 05:10 WIB
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung resmikan Masjid Apung An-Nur di kawasan pantai Ancol Taman Impian, Jakarta Utara, Jumat (16/10).
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung resmikan Masjid Apung An-Nur di kawasan pantai Ancol Taman Impian, Jakarta Utara, Jumat (16/10). (CNN Indonesia/ Moureen Indra)
Jakarta, CNN Indonesia --

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung ungkap salah satu permasalahan utama yang dihadapi bersama selama ini adalah ego pemimpin.

"Salah satu problem utama kita itu kan egonya pemimpin," ujar Pramono dalam sambutannya ketika meresmikan Masjid Apung An-Nur di Jakarta Utara, Jumat (16/10).

Pernyataan ini muncul ketika Pramono sedang membahas terkait masa-masa awal dirinya dilantik menjadi Gubernur DKI Jakarta. Saat itu, kata Pramono mengenang lagi, dia menyebut memiliki keinginan untuk menyambungkan Jakarta International Stadium (JIS) dengan kawasan Ancol.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Namun, Pramono menyebut adanya kendala komunikasi antara pihak yang bertanggung jawab atas masing-masing kawasan tersebut.

"Dulu antara Dirut JIS sama Dirut Ancol, ketemu ngomong aja nggak bisa. Ketemu ngomong aja enggak bisa. Sampai saya bilang, 'Kenapa nggak bisa ketemu ngomong dan memecahkan persoalan?'" ungkapnya.

Namun, begitu hubungan komunikasi antara keduanya baik, Pramono menyatakan berbagai persoalan akhirnya terselesaikan.

Ia pun mencontohkan kegiatan-kegiatan konser musik, seperti The Weeknd dan Avenged Sevenfold, yang beberapa waktu lalu dilangsungkan di JIS.

Katanya, konser tersebut bisa berjalan dengan baik dengan adanya parkir yang kini disediakan di Ancol hingga tersedianya berbagai moda transportasi umum.

Pramono lalu menyampaikan apresiasinya kepada pimpinan JIS dan PT Pembangunan Jaya Ancol yang kini sudah rukun dan bisa bertemu.

"Dulu ketemu aja nggak bisa tuh. Saya juga enggak habis pikir, ketemu aja enggak bisa. Ya untungnya gubernurnya agak-agak gampang ketemu siapa sajalah gitu," ujarnya.

(mou/kid)
placeholder