Daerah di Bantul Catat Hari Tanpa Hujan Terpanjang RI hingga 161 Hari

CNN Indonesia
Sabtu, 17 Okt 2026 06:30 WIB
Warga menyeberangi sungai Progo melalui jembatan bambu di Desa Ngentakrejo, Lendah, Kulonprogo, DI Yogyakarta, Kamis (6/6/2019). Warga setempat memanfaatkan surutnya aliran Sungai Progo pada musim kemarau untuk membuat jembatan bambu sebagai jalur al
Ilustrasi. Kemarau panjang di Bantul. (ANTARA FOTO/Hendra Nurdiyansyah)
Yogyakarta, CNN Indonesia --

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat satu daerah di wilayah Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), yang mencatatkan hari tanpa hujan (HTH) terpanjang di Indonesia selama El Nino 2026.

Berdasarkan pemutakhiran data BMKG hingga dasarian I Oktober 2026, periode tanpa hujan di Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Pajangan, Bantul, telah mencapai 161 hari.

"Ya untuk HTH memang selama musim kemarau dan ditambah untuk saat ini, El Nino masih di level sangat kuat," kata Kepala Stasiun Klimatologi Kelas II BMKG Yogyakarta, Mamenun saat dihubungi, Jumat (16/10).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sementara untuk pos pengamatan lainnya, kata Mamenun, HTH masing-masing bisa bervariasi. Namun, untuk keseluruhan sudah melebihi 60 hari.

Hasil pengamatan di lokasi lain yang memiliki catatan atau periode tanpa hujan cukup panjang ada di SDA Pundong, yakni 159 hari.

Bagaimanapun, Mamenun, mengatakan catatan HTH tahun ini masih berada di bawah rekor terpanjang yang terjadi pada 2015. Saat itu, ketika El Nino juga berlangsung, periode tanpa hujan tercatat mencapai 245 hari.

BMKG juga memprediksi awal musim hujan 2026/2027 di DIY mengalami kemunduran dibandingkan kondisi normal. Awal musim hujan diperkirakan mundur setidaknya tiga dasarian atau sekitar 30 hari dari rata-rata klimatologis periode 1991-2020.

Menurut Mamenun, El Nino yang masih berada pada level sangat kuat menjadi salah satu faktor yang memengaruhi kondisi tersebut. Fenomena ini diprediksi bertahan hingga awal 2027 sehingga berpotensi memperpanjang periode kering di sejumlah wilayah.

"El Nino masih pada level sangat kuat dan diprediksi masih bertahan hingga awal tahun 2027. Ini mundurnya terhadap klimatologisnya," ujarnya.

Dampak musim kemarau juga terlihat dari tingginya suhu udara di DIY. Berdasarkan catatan Stasiun Klimatologi DIY, suhu maksimum mencapai 35,2 derajat Celsius pada 3 Oktober 2026. Angka tersebut menjadi suhu maksimum tertinggi yang tercatat sepanjang 2026 hingga saat ini.

"Oktober ini potensinya masih tinggi suhu panasnya," ujar Mamenun.

Ia menjelaskan, tingginya suhu udara dipengaruhi sejumlah faktor, termasuk posisi gerak semu matahari yang berada di selatan ekuator dan melintasi Pulau Jawa. Kondisi tersebut membuat DIY menerima radiasi matahari secara maksimal.

Minimnya tutupan awan juga menyebabkan sinar matahari lebih intensif mencapai permukaan bumi. Situasi ini diperkuat oleh musim kemarau yang masih berlangsung serta pengaruh El Nino yang dapat mengurangi peluang terjadinya hujan.

Selain itu, kelembapan udara turut memengaruhi sensasi panas yang dirasakan masyarakat. Dalam infografis yang dirilis Stasiun Klimatologi DIY, kelembapan rendah disebut dapat membuat udara terasa lebih kering.

Meski demikian, suhu maksimum tahun ini belum melampaui rekor historis yang tercatat selama periode 2015-2025. BMKG mencatat suhu tertinggi dalam rentang tersebut mencapai 36,8 derajat Celsius pada 12 Oktober 2024.

Di tengah panjangnya periode kering dan tingginya suhu udara, BMKG mengingatkan masyarakat agar tetap mewaspadai potensi cuaca ekstrem. Pada periode 13-19 Oktober 2026, hujan lebat, angin kencang, dan petir berpeluang terjadi secara lokal.

BMKG juga mengimbau masyarakat membatasi aktivitas langsung di bawah terik matahari, terutama pada siang hari. Warga disarankan mencukupi kebutuhan air putih serta menggunakan pelindung seperti topi, payung, dan tabir surya ketika beraktivitas di luar ruangan.

Masyarakat juga diminta mengenali tanda-tanda dehidrasi dan kelelahan akibat panas. Jika tubuh terasa lemas, pusing, atau mengalami keluhan setelah terpapar suhu tinggi, warga sebaiknya segera beristirahat di tempat yang lebih sejuk.

"Pantau informasi cuaca terkini dari BMKG. Mengenali suhu dan memahami iklim melalui data riwayat/historis suhu maksimum menjadi informasi penting untuk memahami karakteristik suhu wilayah D.I Yogyakarta dan mendukung kewaspadaan terhadap kondisi suhu panas," pungkas Mamenun.

(kum/dal)
placeholder