KRI Sriwijaya-100 Disiapkan Bantu Tangani Bencana

CNN Indonesia
Sabtu, 17 Okt 2026 20:45 WIB
Prajurit TNI AL berbaris saat upacara peresmian Kapal Induk KRI Sriwijaya-100 oleh Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto di Dermaga 107, Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta, Kamis (24/9/2026). KRI Sriwijaya-100 yang sebelumnya merupakan kapal induk I
Pemerintah memastikan kapal induk pertama RI KRI Sriwijaya-100 siap diandalkan untuk menangani ragam misi operasi militer selain perang (OMSP) seperti penanggulangan bencana. (ANTARA FOTO/MUHAMMAD ADIMAJA)
Jakarta, CNN Indonesia --

Pemerintah memastikan kapal induk pertama RI KRI Sriwijaya-100 siap diandalkan untuk menangani ragam misi operasi militer selain perang (OMSP) seperti penanggulangan bencana.

"Kini, Indonesia memiliki kapal yang dapat menjadi pangkalan terapung di laut, bernama KRI Sriwijaya-100," ujar Kabiro Infohan Kemhan, Brigjen Rico Sirait dalam siaran pers Bakom RI yang disiarkan di Jakarta, Sabtu (17/10), dikutip dari Antara.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Rico menjelaskan, sebagai negara kepulauan terbesar di dunia dengan ribuan pulau dan wilayah laut yang sangat luas, Indonesia memiliki tingkat kerawanan dan risiko bencana alam yang tinggi.

Dalam situasi darurat bencana, terutama ketika akses darat terputus total, keberadaan pangkalan terapung menjadi solusi vital untuk memastikan bantuan logistik serta operasi penyelamatan dapat menjangkau wilayah terisolasi secara cepat.

KRI Sriwijaya-100 dengan ragam kemampuannya dinilai menjadi armada paling tepat untuk mengangkut ragam logistik bantuan.

Dari segi spesifikasi seperti dilansir rilis Bakom RI, KRI Sriwijaya-100 memiliki dimensi panjang sekitar 180 meter dan bobot mencapai 12.000 ton.

Kapal ini dirancang dengan fasilitas geladak yang luas sehingga mampu mengoperasikan berbagai jenis helikopter hingga pesawat nirawak (drone) secara langsung dari tengah laut.

Fleksibilitas taktis ini memungkinkan jangkauan operasi pertahanan maupun misi kemanusiaan tidak lagi bergantung sepenuhnya pada keberadaan pangkalan-pangkalan di darat.

"Kemampuan ini sangat penting bagi Indonesia yang memiliki wilayah laut yang luas, ribuan pulau, dan risiko bencana yang tinggi," tambah Rico.

Lebih lanjut, Kapal pangkalan terapung ini memang disiapkan untuk mendukung berbagai misi kemanusiaan di seluruh pelosok tanah air, mulai dari pengiriman bantuan logistik skala besar, evakuasi korban bencana, pelaksanaan operasi medis, hingga penanggulangan tanggap darurat di wilayah-wilayah yang paling sulit dijangkau.

Selain memperkuat kemampuan operasi maritim dan kemanusiaan, kehadiran KRI Sriwijaya-100 juga membawa nilai strategis yang lebih luas bagi kemandirian nasional.

Proses pemeliharaan dan modifikasi kapal ini melibatkan industri pertahanan dalam negeri, sehingga menjadi ruang akselerasi untuk memperkuat kapasitas teknologi, pengetahuan, dan kemampuan industri pertahanan nasional.

Dengan keberadaan kapal induk ini, Rico yakin pertahanan maritim dan penanganan misi kemanusiaan di Indonesia akan semakin kuat.

(antara/fra)
placeholder