Sepekan Karhutla di Gunung Latimojong Sulsel Belum Padam, Api Meluas

CNN Indonesia
Senin, 19 Okt 2026 07:30 WIB
A firefighter sprays water to extinguish a raging wildfire in the Panarung area of Palangkaraya, Central Kalimantan province, on October 8, 2026. Toxic haze has shrouded parts of Indonesia, Malaysia and Singapore for weeks as Jakarta struggles to con
Ilustrasi. Kebakaran hutan melanda Gunung Latimojong, Enrekang, selama tujuh hari. (AFP/REINA)
Jakarta, CNN Indonesia --

Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) melanda kawasan Gunung Latimojong, Kabupaten Enrekang, Sulawesi Selatan (Sulsel). Api yang telah berlangsung selama tujuh hari belum berhasil dipadamkan dan terus meluas hingga sejumlah pos pendakian.

"Api menyala sudah masuk hari ke 7 dan sudah menyebar ke kiri dan kanan jalur. Asap yang tebal terlihat membumbung naik di lokasi ini," kata Tour Guide Gunung Latimojong, Sunardi dikutip detik.com, Minggu (18/10).

Sunardi menjelaskan kebakaran kembali terdeteksi di jalur merah melalui Dusun Angin-angin pada Minggu (11/10). Sejak saat itu, kobaran api terus merambat hingga mencapai pos 4, pos 5, dan pos 6.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Lokasi kebakaran saat ini yang masih parah berada di pos 5 jalur merah via dusun Angin-angin," jelasnya.

Jalur pendakian Gunung Latimojong sendiri telah ditutup sejak akhir Agustus 2026 menyusul kebakaran yang terjadi di puncak Pentialloan pada 18 Agustus. Warga setempat menolak pembukaan kembali jalur tersebut karena kebakaran masih terjadi di sejumlah titik dan kondisi hutan sangat kering selama musim kemarau.

"Akhir Agustus ditutup setelah kebakaran pertama di puncak Pentialloan 2650 MDPL jalur angin-angin. Warga menolak jalur pendakian Latimojong dibuka karena selain beberapa titik kebakaran, kondisi hutan juga betul-betul kering," bebernya.

Camat Buntu Batu, Enrekang, Jasmin, membenarkan jalur pendakian Gunung Latimojong masih ditutup akibat karhutla. Penutupan dilakukan hingga waktu yang belum ditentukan dengan mempertimbangkan kondisi di kawasan tersebut.

"Iya, ditutup untuk sementara. Saya sarankan untuk ditutup pada tanggal 18 Agustus karena sudah berapa kali terjadi kebakaran. Itu hari kebakaran di post 3," ujarnya.

Jasmin mengatakan kebakaran telah berulang kali terjadi di kawasan hutan Gunung Latimojong. Situasi tersebut dinilai membahayakan keselamatan pendaki jika jalur kembali dibuka ketika musim kemarau masih berlangsung.

"Di sana berapa kali mi kebakaran tapi di sekitar kampung, jauh dari Latimojong. (Tidak dibuka) Selama belum masuk musim hujan karena rawan sekali kalau jalur dibuka selama masih kemarau. Sampai sekarang belum dibuka. Kita lihat situasi dulu," terangnya.

Sebelumnya, kebakaran juga melanda kawasan Gunung Latimojong di Buntu Bela, Dusun Karuaja, Desa Latimojong, Kecamatan Buntu Batu, pada Selasa (18/8) sekitar pukul 11.00 Wita. Lokasi kebakaran tersebut berjarak sekitar 10 kilometer dari permukiman warga.

(tim/isn)
placeholder