Pemkab Klaten Dorong Generasi Muda Kenali Sejarah Perjuangan
Dewan Harian Cabang Badan Pembudayaan Kejuangan 45 Kabupaten Klaten menggelar sosialisasi jiwa, semangat, dan nilai-nilai Kejuangan 45 serta sejarah perjuangan rakyat Klaten melawan penjajah di Pendapa Kabupaten Klaten, Rabu (14/10).
Kegiatan ini menjadi salah satu upaya memperkuat pemahaman masyarakat terhadap sejarah perjuangan bangsa sekaligus mewariskan nilai-nilai perjuangan kemerdekaan kepada generasi penerus.
Ketua Dewan Harian Cabang Badan Pembudayaan Kejuangan 45 Kabupaten Klaten, Ronny Roekmito, mengatakan sosialisasi tersebut merupakan agenda rutin organisasi yang menyasar berbagai organisasi kemasyarakatan.
Melalui kegiatan ini, pihaknya berharap semangat dan nilai-nilai Kejuangan 1945 semakin dikenal dan diterapkan oleh berbagai elemen masyarakat dalam kehidupan sehari-hari.
Ronny juga berharap sosialisasi tersebut dapat memperluas wawasan masyarakat mengenai sejarah perjuangan rakyat Klaten, termasuk mengenal tokoh-tokoh perjuangan serta berbagai peninggalan sejarah yang masih dapat ditemukan di sejumlah wilayah.
Menurutnya, pewarisan semangat perjuangan dapat dilakukan melalui pendidikan, kegiatan kemasyarakatan, pelestarian peninggalan sejarah, hingga keteladanan dalam kehidupan sehari-hari.
"Selama ini kita mengenal dan melewati nama-nama jalan seperti Jalan Mayor Kusmanto, Jalan Sersan Sadikin, dan Jalan Kupral Sayom, tetapi belum tentu mengetahui siapa tokoh-tokoh tersebut. Mudah-mudahan melalui pertemuan ini, sejarah perjuangan mereka dapat terungkap sehingga kita semakin mengenal sejarah Kabupaten Klaten," ungkapnya.
Sementara itu, Penjabat Sekretaris Daerah (Pj Sekda) Klaten, Jaka Purwanto, mengapresiasi penyelenggaraan kegiatan tersebut. Ia menilai sosialisasi nilai-nilai kejuangan menjadi langkah penting untuk memperkuat pemahaman masyarakat terhadap sejarah dan perjuangan bangsa dalam meraih kemerdekaan.
"Kemerdekaan Republik Indonesia yang kita nikmati saat ini merupakan hasil perjuangan panjang yang penuh pengorbanan. Para pejuang bangsa telah mempertaruhkan jiwa, raga, harta, bahkan nyawa demi mewujudkan Indonesia yang merdeka, bersatu, berdaulat, adil, dan makmur," paparnya.
Jaka mengatakan semangat perjuangan tidak hanya relevan untuk dikenang sebagai bagian dari sejarah masa lalu, tetapi juga dapat menjadi pedoman dalam menghadapi berbagai tantangan pada masa kini.
Karena itu, generasi penerus perlu memahami sejarah perjuangan di daerahnya agar dapat mengambil pelajaran dari pengorbanan para pendahulu sekaligus menerapkan nilai-nilai tersebut dalam kehidupan bermasyarakat.
"Saya berharap kegiatan sosialisasi ini dapat menjadi sarana untuk memperkuat pemahaman kita bahwa perjuangan pada masa kini tidak lagi dilakukan dengan mengangkat senjata, melainkan melalui kerja nyata, pengabdian, kejujuran, kedisiplinan, kepedulian, dan kontribusi positif bagi pembangunan daerah dan bangsa," paparnya.
(ory/ory)