Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian resmi menyerahkan jabatan Kepala Badan Nasional Pengelola Perbatasan (BNPP) kepada Jenderal TNI Maruli Simanjutak di Kantor BNPP, Jakarta pada Senin (19/10).
Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto pada Kamis (15/10) telah melantik Maruli sebagai Wakil Panglima TNI merangkap Kepala Badan Nasional Pengelola Perbatasan dan Daerah Terpencil (BNPPDT) di Istana Negara. Pelantikan tersebut turut menandai transformasi BNPP menjadi BNPPDT dengan tugas yang lebih luas.
Tito menyebut telah lama mengenal Maruli, dan memiliki hubungan yang baik. Ia berharap dengan jabatan sebagai Wakil Panglima TNI sekaligus Kepala BNPPDT, Maruli dapat membuat institusi tersebut lebih optimal dalam melaksanakan tugas.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Saya berharap banyak di bawah Jenderal Maruli yang sudah banyak pengalaman dan masih menjabat sebagai Wakil Panglima TNI tugas-tugas BNPP ini ditambah daerah tertinggal (terpencil) akan lebih efektif," kata Tito.
Mendagri menjelaskan, tugas utama BNPP adalah mengembangkan daerah perbatasan guna menghadirkan kesejahteraan dan keadilan bagi masyarakat daerah perbatasan.
Tugas lainnya, adalah menyelesaikan konflik perbatasan dengan negara tetangga, juga mengelola Pos Lintas Batas Negara (PLBN) dan menjadikannya sebagai pusat ekonomi baru.
Tito kemudian menekankan pentingnya menyejahterakan masyarakat daerah perbatasan untuk memperkuat nasionalisme. Dengan demikian, daerah perbatasan dapat menjadi zona penyangga terhadap infiltrasi dari negara luar baik melalui darat maupun laut.
Kepala BNPPDT, Maruli mengatakan, dengan perubahan nomenklatur ini dirinya akan fokus mengelola daerah perbatasan dan terpencil, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakatnya.
Melalui dukungan perangkat kerja yang ada dan bimbingan dari Mendagri, ia menyatakan siap menjalankan tugas dengan sebaik-baiknya.
"Kita akan melanjutkan apa-apa yang sudah [dan] sedang proses pengerjaan, dan juga apa yang perlu-perlu ditingkatkan," pungkas Maruli.
(rea/rir)