Stasiun dan Akses Tol ke Jakarta Diperketat Jelang Demo 20 Oktober
Polresta Tangerang memperketat pengamanan di sejumlah stasiun commuter line (KRL) dan gerbang Tol Merak-Jakarta menjelang aksi demonstrasi 20 Oktober atau dua tahun kepemimpinan Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming di sejumlah titik di Jakarta pada Selasa (20/10).
Kapolresta Tangerang, Kombes Pol Indra Waspada, mengatakan peningkatan pengamanan dilakukan untuk mengantisipasi potensi gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat di tengah pergerakan massa menuju Jakarta.
"Polresta Tangerang dan jajaran akan melaksanakan pengamanan di sejumlah stasiun dan gerbang tol, serta meningkatkan patroli guna menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat tetap aman dan kondusif," kata Indra dalam keterangan tertulis, Senin (19/10).
Selain mengamankan jalur transportasi, polisi juga mengantisipasi kemungkinan pelajar mengikuti aksi demonstrasi tersebut.
Indra mengatakan, Polresta Tangerang telah berkoordinasi dengan Dinas Pendidikan dan orang tua siswa untuk membantu mengawasi aktivitas pelajar.
"Untuk itu, kami mengajak seluruh pihak untuk bersama-sama menjaga situasi kamtibmas tetap kondusif serta memastikan para pelajar dapat menjalankan aktivitas secara positif dan tidak terlibat dalam kegiatan yang berpotensi membahayakan keselamatan mereka," ujarnya.
Sementara itu, Kepala Bagian Operasi Polresta Tangerang, Kompol Raden Mochammad Sofian, mengatakan pihaknya turut mengantisipasi kemungkinan keterlibatan kelompok anarko dalam aksi demonstrasi.
"Kalau di wilayah kita enggak ada anarko. Tapi kita antisipasi anarko yang di wilayah Kabupaten Lebak dan Pandeglang," ujar Sofian.
Di sisi lain Polda Banten juga mengimbau para pelajar pelajar tingkat SMA, SMK, dan Madrasah Aliyah (MA) sederajat di Provinsi Banten untuk tidak ikut serta dalam aksi demo di Jakarta besok.
Direktur Binmas Polda Banten, Kombes Imam Tarmudi mengimbau agar para siswa tidak mudah terpengaruh ajakan pihak lain untuk mengikuti aksi unjuk rasa yang berpotensi mengganggu keselamatan diri maupun ketertiban umum.
Dalam penyampaiannya, para pelajar diajak untuk mengutamakan pendidikan, menjaga disiplin, serta mematuhi ketentuan hukum yang berlaku. Para siswa juga diingatkan agar menghindari kenakalan remaja dan berbagai tindakan negatif yang dapat merugikan diri sendiri, keluarga, maupun nama baik sekolah.
"Adik-adik pelajar hendaknya fokus pada pendidikan dan meraih cita-cita. Jangan mudah terpengaruh ajakan untuk turun ke jalan, terlebih apabila kegiatan tersebut berpotensi membahayakan keselamatan diri. Masa depan kalian masih panjang dan harus dipersiapkan melalui belajar, disiplin, serta perilaku yang positif," kata Imam seperti dikutip dari keterangan tertulis.
Sementara itu, Dinas Pendidikan Kabupaten Tangerang telah mengeluarkan surat edaran yang mengimbau para pelajar agar tidak mengikuti demonstrasi pada 20 Oktober 2026.
Imbauan itu tertuang dalam Surat Edaran Nomor B/400.3.3.5/4580/X/Disdik/2026 yang ditujukan kepada seluruh kepala satuan pendidikan jenjang SD dan SMP di Kabupaten Tangerang.
Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Tangerang, Supriyadi, meminta para siswa tidak terprovokasi ajakan mengikuti demonstrasi yang beredar di media sosial. Ia juga meminta orang tua meningkatkan pengawasan terhadap aktivitas anak-anak mereka, terutama di luar jam sekolah.