Flores Masih Terus Diguncang Rangkaian Gempa

CNN Indonesia
Senin, 19 Okt 2026 21:24 WIB
Ilustrasi gempa. (Istockphoto/ P_Wei)
Manggarai Barat, CNN Indonesia --

Wilayah Pulau Flores dan sekitarnya di Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT) masih terus diguncang lini sejak gempa besar Magnitudo 7,7 pada Agustus tahun ini.

Pada Senin (19/10) ini, hingga berita ditulis terjadi getaran dengan rentang kekuatan M4,5 pukul 19.06 WIB; M4,7 pukul 17.10 WIB; dan M4,8 pukul 16.45 WIB atau 17.45 Wita.

Pusat gempa-gempa itu berada sektiar 45-60 kilometer di perairan utara Labuan Bajo, dan guncangannya dirasakan MMI II di wilayah Kabupaten Manggarai.

Dua dari tiga gempa itu memiliki kedalaman 5 kilometer di bawah permukaan bumi. BMKG menyatakan tiga gempa di perairan itu tak berpotensi tsunami.

Sehari sebelumnya, Minggu (18/10), terjadi dua gempa di mana paling kuat adalah M5,3 mengguncang wilayah itu. Gempa itu terjadi pukul 15.00 WIB atau 16.00 Wita, dengan pusat di laut sekitar 60 kilometr dari Labuan Bajo, dan kedalaman 10 kilometer.

Gempa pada akhir pekan lalu itu dirasakan skala MMI IV-V di Manggarai dan III di Kabupaten Manggarai Barat serta Bima.

Terkait gempa pada Senin ini, Kepala Stasiun Geofisika Kupang, Arief Tyastama, menjelaskan ketiga peristiwa ini merupakan bagian dari rangkaian gempa susulan pascagempa besar M7,7 yang mengguncang Flores pada 15 Agustus 2026.

"Kegempaan ini adalah fenomena wajar sebagai proses pelepasan energi bertahap pascagempa utama. Hingga hari ini, kami mencatat sudah terjadi lebih dari 22.300 kali gempa susulan di wilayah tersebut, dengan magnitudo terbesar mencapai M6,2," ujar Arief dalam keterangan tertulisnya, Senin, (19/10).

Ia menegaskan gempa-gempa ini terjadi akibat aktivitas sesar Flores Back-Arc Thrust dengan mekanisme pergerakan naik. Meski tidak berpotensi tsunami, pihaknya mengimbau masyarakat tetap waspada.

"Kami imbau masyarakat menghindari bangunan yang retak atau rusak akibat gempa sebelumnya. Tetap tenang, jangan terpapar informasi yang tidak jelas sumbernya, dan pantau perkembangan hanya melalui kanal resmi BMKG," tegasnya.

(lou/kid)


KOMENTAR

ARTIKEL TERKAIT
TOPIK TERKAIT
TERPOPULER
LAINNYA DARI DETIKNETWORK