Jenazah Eks KSAD Subagyo Dimakamkan di TMP Kalibata Besok

CNN Indonesia
Senin, 19 Okt 2026 20:49 WIB
Mobil jenaah terlihat keluar dari rumah duka Jenderal TNI (Purn) Subagyo HS di Kotabaru, Gondokusuman, Kota Yogyakarta. (CNN Indonesia/ Tunggul Damarjati)
Yogyakarta, CNN Indonesia --

Jenazah eks Kepala Staf TNI AD (KSAD) Jenazah Jenderal TNI (Purn) Subagyo Hadi Siswoyo (HS) rencananya akan dimakamkan di Taman Makam Pahlawan (TMP) Kalibata, Jakarta Selatan, Selasa (20/10) besok.

"Di Kalibata rencananya," kata Pangdam XXVI/Mataram, Mayjen TNI Drajad Brima Yoga saat ditemui di lokasi rumah duka, Kotabaru, Gondokusuman, Kota Yogyakarta, DI Yogyakarta, Senin (19/10) malam.

Drajad mengatakan almarhum sempat dirawat di Rumah Sakit Panti Rapih, Kota Yogyakarta sebelum mengembuskan nafas terakhirnya hari ini pukul 16.20 WIB sore tadi.

"Bapak memang sudah (faktor) usia juga, kemarin juga ada sakit sampai cuci darah," kata Drajad.

Jenazah almarhum tiba di lokasi rumah duka sekitar pukul 19.26 WIB.

Dia menjelaskan sesuai rencana akan dilaksanakan upacara pelepasan jenazah pukul 07.00 WIB besok, lalu diterbangkan ke Jakarta guna disemayamkan di Mabes TNI AD sebelum dimakamkan.

"Akan disemayamkan sementara di sana menunggu pemakaman," ujar Drajad.

Drajad pun mengenang sosok yang juga pernah menjadi anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres) semasa hidupnya.

"Beliau luar biasa, beliau Kepala Staff kita dulu di Angkatan Darat. Beliau selalu membangkitkan rasa persatuan kesatuan kita sebagai pimpinan kita," kenang Drajad.

Dihimpun dari berbagai sumber, Jenderal TNI (Purn) Subagyo Hadi Siswoyo merupakan purnawirawan TNI AD kelahiran Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), 12 Juni 1946.

Lulusan AKABRI 1970 ini mengawali karier militer di pasukan komando. Sejumlah jabatan strategis pernah diembannya, antara lain Komandan Jenderal Kopassus, Panglima Kodam IV/Diponegoro, hingga Kepala Staf TNI Angkatan Darat (KSAD) pada 1998-1999.

Almarhum adalah salah satu tokoh penting dalam sejarah militer Indonesia, terutama saat Reformasi 1998. Dia menjabat KSAD di era tiga presiden, dan satu-satunya yang memegang catatan tersebut sejauh ini.

Almarhum memimpin TNI AD saat terjadi krisis multidimensi yang berujung Reformasi 1998 meruntuhkan kekuasaan Orde Baru (Orba). Setelah Presiden kedua RI Soeharto tumbang kekuasaannya, dia tetap menjadi KSAD di dua presiden selanjutnya yakni era BJ Habibie dan Abdurrahman Wahid (Gus Dur).

Dalam catatan sejarah militer, dia merupakan Ketua Dewan Kehormatan Perwira (DKP) yang memeriksa Prabowo (kala itu berpangkat Letnan Jenderal yang memimpin Kostrad) pascaperistiwa 1998. Keputusan DKP itu mengakhiri karier militer Prabowo.

Walaupun demikian, hubungan Subagyo dan Prabowo tetap baik. Termasuk saat almarhum mendoakan Prabowo yang mantan bawahannya saat memimpin Kopassus TNI AD itu untuk memenangi Pemilihan Umum Presiden (Pilpres) 2024.

"Mas Bowo harus jadi Presiden. Kali ini harus jadi dan harus menang," Subagyo HS saat dikunjungi Prabowo, Minggu (8/5/2022).

"Mas Bagyo juga agar semangat dan sehat selalu. Nanti kita reuni Mas sama teman-teman purnawirawan," jawab Prabowo kala itu.

Subagyo adalah Danjen Kopassus yang membawahi Prabowo salah satunya. Setelah itu, pada 1995, Prabowo yang menjadi Danjen Kopassus menggantikan Subagyo. 

Di luar militer, Subagyo pernah menjabat Ketua Umum Persatuan Bulutangkis Seluruh Indonesia (PBSI) periode 1997-2001 dan anggota Wantimpres pada 2015-2019. Ia juga dikenal memiliki hubungan dengan Prabowo Subianto, yang pernah menggantikannya sebagai Danjen Kopassus pada 1995.

(kum/kid)


KOMENTAR

ARTIKEL TERKAIT
TOPIK TERKAIT
TERPOPULER
LAINNYA DARI DETIKNETWORK