Sebuah benda logam misterius berukuran cukup besar ditemukan di tengah perkebunan kelapa sawit di Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), Kalimantan Tengah (Kalteng) pekan ini.
Setidaknya ada di dua titik benda logam misterius yang ditemukan di perkebunan sawit PT Agro Bukit, KM26, Kotim. Pada Minggu (18/10), sejumlah warga di Kotim mengaku mendengar suara dentuman.
Pada Selasa (20/10) ini yang ditemukan berbentuk kubah dengan kabel dan komponen yang masih menempel. Kini lokasi temuan kubah tersebut telah dikelilingi garis polisi untuk menjaga kesterilan tempat kejadian perkara (TKP).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sehari sebelumnya, Senin (19/10) pagi, ditemukan juga logam besar yang misterius oleh pekerja kebun sawit perusahaan tersebut. Atas temuan logam misterius pada Senin kemarin, pihak terkait telah mengonfirmasi itu diduga serpihan roket pembawa satelit milik China, Zhuque 2E.
"Berdasarkan informasi yang diterima dari BRIN [Badan Riset dan Inovasi Nasional], serpihan tersebut merupakan bagian dari roket China Zhuque 2E yang jatuh di wilayah Kotim pada Minggu (18/10/2026), sekitar pukul 17.36 WIB," kata Person in Charge (PIC) Civil Aviation Publication Team (CAPT) Bandara H Asan Sampit, Zachrudien, Senin malam, dikutip dari detikKalimantan.
Dia bilang konfirmasi itu diperoleh setelah pihak Bandara H Asan Sampit berkoordinasi dengan BRIN dan Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT).
Sebelum memperoleh informasi mengenai asal-usul benda yang ditemukan pada Senin tersebut, pihak Bandara H Asan Sampit bersama TNI dan Polri telah menelusuri lokasi penemuan. Koordinasi juga dilakukan dengan Otoritas Bandar Udara Wilayah VII Balikpapan, KNKT, dan BRIN.
"Saat ini sudah dievakuasi ke Lanud Iskandar Pangkalan Bun untuk identifikasi lebih lanjut lagi dan demi keamanan," ujarnya.
Petunjuk lain mengenai asal-usul benda tersebut juga ditemukan pada penanda yang tertera di bagian serpihan. Pada benda itu terdapat kode lengkap '2ZQE31-20-15 240256KY'. Penanda tersebut menjadi salah satu petunjuk dalam proses penelusuran asal-usulnya.
KNKT mencermati kode '2ZQE31-20-15' yang dinilai memiliki kemiripan dengan nama roket pembawa satelit China, Zhuque 2E. KNKT kemudian berkoordinasi dengan Organisasi Riset Penerbangan dan Antariksa (ORPA) di bawah BRIN.
Dari koordinasi tersebut, diperoleh konfirmasi bahwa puing yang ditemukan merupakan bagian dari roket pembawa satelit milik China.
Terkait temuan kembali benda logam besar yang misterius pada Selasa ini, juga telah dikonfirmasi Komando Resor Militer (Korem) 102/Panju Panjung.
"Benar. Kami sudah monitor informasi tersebut. Saat ini anggota telah dikerahkan ke lokasi," kata Pasi Intel Korem 102/Panju Panjung Mayor Inf Andry Suwiatmojo saat dikonfirmasi, Selasa ini dikutip dari detikKalimantan.
Secara kasatmata, benda itu memiliki bentuk melengkung menyerupai kubah atau setengah lingkaran.
Permukaannya tampak terdiri atas beberapa bagian dengan deretan paku keling atau rivet yang masih terlihat. Objek tersebut tergeletak di antara pelepah kelapa sawit yang berserakan.
Dalam rekaman video amatir yang viral, temuan pada Selasa ini mendadak menyita perhatian para buruh kebun sawit. Mereka berdatangan ke lokasi untuk melihat dari dekat objek berwarna kuning pudar tersebut. Sebagian warga merekam temuan itu menggunakan ponsel, sementara lainnya mencoba menebak asal-usul benda yang tidak biasa tersebut.
Temuan ini menambah misteri setelah sehari sebelumnya warga Kotim dikabarkan mendengar suara dentuman keras disertai gemuruh dari arah langit, Minggu sore lalu. Kemudian, pada Senin kemarin, warga juga menemukan pecahan logam berukuran cukup besar di kawasan yang sama, yang diduga merupakan bagian dari tabung bahan bakar cair roket.
Foto yang diambil pada 19 Oktober 2026 ini memperlihatkan warga, pekerja perkebunan, dan petugas keamanan berkumpul di sekitar serpihan logam besar yang hangus—diduga merupakan puing roket—di sebuah perkebunan kelapa sawit di Kabupaten Kotawaringin Timur. (AFP/AHMAD SYIHAB) |
Rentetan kejadian tersebut memunculkan berbagai dugaan di tengah masyarakat. Bentuk benda yang melengkung, keberadaan kabel, serta kemunculan pecahan logam dalam waktu berdekatan membuat sebagian warga mengaitkannya dengan komponen roket atau benda antariksa.
Aparat mengimbau masyarakat tidak mendekati, menyentuh, apalagi memindahkan benda asing yang ditemukan di lapangan. Meski bentuk dan materialnya menyerupai komponen roket, ciri-ciri tersebut belum cukup untuk memastikan identitas maupun tingkat bahayanya.
"Diduga masih ada beberapa serpihan lagi yang saat ini masih belum ditemukan. Kami minta apabila ada menemukan benda asing segera lapor kepada petugas," tegas anggota Brimob yang berjaga dikutip dari detikKalimantan.
Pekerja perkebunan diminta segera menjauh apabila kembali menemukan benda yang tidak dikenal dan melaporkannya kepada aparat. Pemeriksaan lebih lanjut diperlukan untuk memastikan asal-usul benda tersebut sekaligus mengantisipasi kemungkinan adanya serpihan lain yang masih tersebar di kawasan perkebunan Kotim.
Di sisi lain, KNKT telah berkoordinasi dengan penyedia jasa navigasi penerbangan, AirNav Indonesia, serta sejumlah operator pesawat udara. Dari koordinasi tersebut, tidak ditemukan laporan pesawat yang hilang kontak terkait kejadian itu.
Penelusuran jalur masuk kembali atau re-entry puing ke atmosfer juga menunjukkan lintasan yang melintasi kawasan tempat serpihan ditemukan. Identifikasi lebih lanjut terhadap serpihan yang telah dievakuasi masih dilakukan untuk memastikan detail benda tersebut.
(tim/kid)
