Pemerintah Modifikasi Cuaca Pakai Garam dan Dry Ice Padamkan Karhutla
Pemerintah menggalakkan operasi modifikasi cuaca (OMC) sebagai upaya pemadaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang melanda sejumlah wilayah di Indonesia.
Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi mengatakan pemerintah telah menggelar OMC dengan menebar garam (NaCl) dan dry ice di empat provinsi yang dilanda karhutla.
"Ya kita semua berusaha sekeras-kerasnya, semua dilakukan," kata Pras lewat pesan singkat, Selasa (20/10).
Pras menyampaikan OMC salah satunya dilakukan di wilayah Sumatera Selatan sejak 16 Oktober lalu. Ia menyebut dari Posko Palembang, sudah dilakukan 8 sorti penebaran 1.600 kg garam dan 4.000 dry ice.
Kemudian, pemerintah juga menggelar OMC dari Posko Lampung pada 15-18 Oktober dengan sebanyak 6 sorti penebaran total 4.800 dry ice dilakukan.
"Hasil positif terjadi di Sumsel dengan adanya penurunan PM 2.5 dan peningkatan visibility," ujar dia.
Pras juga menyebut mOMC juga digelar di Kalimantan Tengah sejak 26 Agustus lalu, dengan total 48 sorti dilakukan dengan menebar 43.800 kg garam.
Kemudian di Kalteng, upaya OMC juga dilakukan melalui Posko Bantuan Kalimantan Selatan.
Pras menyampaikan dari posko tersebut, sudah dilakukan 2 sorti penerbangan dengan menebar 800 kg dry ice dan 800 kg garam.
"Berdasarkan laporan dari lapangan dan penakar AWS/ARG, terdapat hujan di Kabupaten Kotawaringin Timur, Kotawaringin Barat, Seruyan, Kapuas, Gunung Mas, dan Barito Timur," ujarnya.
Lalu untuk di Kalimantan Selatan sendiri, Pras menyampaikan sejak 10 Oktober sudah dilakukan 23 sorti penerbangan yang menebar 23 ribu kg garam.
Ia menyebut dua unit pesawat dikerahkan dalam OMC di provinsi ini.
"Volume curah hujan total yang telah dihasilkan mencapai 222,67 juta m3 selama kegiatan OMC. Terdapat laporan hujan di wilayah Kabupaten Tabalong, Kabupaten Tapin, dan Kabupaten Barito Kuala," ujarnya.
Sementara di Kalimantan Barat, Pras mengatakan sejak 22 Agustus sudah ada 107 sorti penerbangan yang menebar 98.800 kg garam.
"Laporan kejadian hujan tanggal 19 Oktober 2026, hujan terjadi di wilayah Kota Kabupaten Sanggau, Kabupaten Kubu Raya, Kabupaten Sambas, Kabupaten Landak, Kabupaten Kayong Utara, Kabupaten Pontianak, Kabupaten Bengkayang, Kabupaten Kapuas Hulu, Kota Singkawang, dan Kabupaten Ketapang," ujar dia.
(mnf/gil)