Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Jawa Timur terus meluas hingga Selasa (20/10).
Berdasarkan ata Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jawa Timur mencatat setidaknya ada empat kawasan gunung dan pegunungan yang hingga kini masih mengalami kebakaran.
Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Jawa Timur, Satriyo Nurseno mengatakan, hingga Selasa siang, sejumlah gunung yang mengalami karhutla di antaranya Bromo, Arjuno-Welirang, Sigiran, hingga di Tamankursi yang ada di kaki Gunung Argopuro.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Berikut kondisi di masing-masing lokasi karhutla itu:
Gunung Bromo
Satriyo melaporkan, kebakaran di kawasan Bromo mulanya terjadi di Api bermula muncul dari kawasan sisi timur Mentigen atau tepatnya di area Bukit Kembang, Desa Pucuk Sari, Kecamatan Lumbang, Probolinggo, Kamis (15/10) lalu.
Kebakaran kemudian meluas dan terus memburuk hingga melebar ke Area Gunung Ringgit, Desa Sapikerep, Kecamatan Sukapura, Probolinggo; Blok Kesiman area Lemah Pasar, Desa Wonokitri, Kecamatan Tosari, Kabupaten Pasuruan; dan Bukit Keciri atau Bukit Premium, Desa Ngadirejo, Kecamatan Tosari, Kabupaten Pasuruan.
"Jarak titik api dari permukiman warga sekitar 1-2 kilometer dan aktivitas masyarakat sekitar tidak terdampak secara langsung," ucapnya.
Satriyo mengatakan, petugas gabungan dan relawan masih bahu membahu untuk melakukan upaya pemadaman di kawasan Bromo. Upaya mereka membuahkan hasil dengan padamnya semua titik api. Namun Satriyo melaporkan masih ada asap yang tersisa.
"Saat ini, api telah padam, namun masih terpantau kepulan asap di wilayah Penanjakan. Luasan wilayah yang terbakar 75,37 hektare, data masih berkembang," ucapnya.
Meski demikian kebakaran di kawasan Bromo ini menewaskan lima petugas gabungan dan relawan saat upaya pemadaman. Kelimanya adalah Sukaris (55) dan Hendra Rony Wagiyanata (33) dari petugas TNBTS. Kemudian Wisnu Yuda Pratama (25) dan Sefriel Ardiansyah (19) yang merupakan karyawan hotel di sekitar lokasi kejadian, kemudian Munawi (44) salah seorang anggota Masyarakat Mitra Polhut (MMP).
Sementara personel yang mengalami luka-luka tersisa satu orang. Yakni Suraji (40) yang berprofesi sebagai sekuriti di hotel sekitar lokasi karhutla. Dia hingga kini masih menjalani perawatan intensif di RSUD Dr Soetomo, Surabaya, akibat luka bakar yang diderita.
Gunung Sigiran
Kebakaran selanjutnya terjadi di atas Surga Cendono, wilayah Gunung Sigiran, Desa Begaganlimo, Kecamatan Gondang, Kabupaten Mojokerto. Kebakaran ini terjadi sejak sepekan lalu, Selasa (13/10).
Satriyo mengatakan, jarak titik api dari permukiman warga di kawasan disebur sekitar 5-6 km. Aktivitas masyarakat sekitar juga tidak terdampak secara langsung.
"Hari ini, tim gabungan melakukan pemantauan di sepanjang perbatasan Kabupaten Pasuruan dan Kabupaten Mojokerto. Berdasarkan hasil pemantauan, arah pergerakan api mengarah ke wilayah Mojokerto," ucapnya.
Ia mengatakan, BPBD Provinsi Jatim, Tahura dan BPBD Kabupaten Mojokerto melanjutkan pemantauan perkembangan titik api serta berkoodinasi dengan pihak terkait
"Titik api masih berada di area lereng dan punggungan bukit yang sulit dijangkau oleh tim gabungan, sehingga penanganan di lokasi tersebut menghadapi kendala akses," ujarnya.
Gunung Arjuno-Welirang
Kebakaran juga melanda kawasan Gunung Arjuno-Welirang, tepatnya di Gunung Ringgit, Desa Ledug, Kecamatan Prigen, Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur, sejak Jumat (16/10).
Saat ini, kata Satriyo, titik api masih terpantau di Puncak Cemoro Mencil dan Puncak Limas, Kabupaten Pasuruan. Api juga terpantau bergerak ke arah selatan menuju wilayah Singosari, Kabupaten Malang.
"Sementara itu, di wilayah Petungombo, Desa Tambaksari, Kabupaten Pasuruan, api telah merembet ke area perkebunan warga," ucapnya.
Saat ini, tim gabungan melakukan pembuatan sekat bakar atau ilaran di Puncak Cemoro Mencil dan wilayah Puncak Limas untuk mencegah api merembet ke area sekitarnya.
"Jarak titik api dari permukiman warga sekitar 2-3 km dan aktivitas masyarakat sekitar tidak terdampak secara langsung," ujar dia.
Gunung Argopuro
Satriyo mengatakan karhutla juga sedang terjadi di Tamankursi, Kecamatan Sumbermalang, Kabupaten Sitobondo. Api terdeteksi di wilayah kaki Gunung Arjuno tersebut sejak Kamis (15/10).
"Kondisi saat ini masih terpantau titik api di wilayah Gunung Argopuro," kata Satriyo.
Kebakaran di wilayah Situbondo ini juga dilaporkan telah meluas sebagian ke wilayah Probolinggo dan Jember. Satriyo mengatakan, pihaknya mengalami kendala karena titik api berada di daerah terjal dan sulit dijangkau.
"Tim gabungan melanjutkan pemantauan dari jarak jauh karena lokasi titik api yang sulit dijangkau. Jarak titik api dari permukiman warga sekitar 15-20 km dan aktivitas masyarakat sekitar tidak terdampak secara langsung," kata dia.
Meski demikian, Satriyo menyebut, luas area terbakar di empat kawasan gunung dan pegunungan di Jatim itu hingga kini masih dalam pendataan.
(frd/kid)