Meresahkan, Warga Lamongan Kibarkan Bendera Israel di Rumah

CNN Indonesia
Rabu, 21 Okt 2026 13:56 WIB
Seorang warga di Lamongan, Jawa Timur, nekat mengibarkan sejumlah bendera Israel di rumahnya hingga didatangi aparat karena meresahkan warga. Arsip Istimewa
Jakarta, CNN Indonesia --

Seorang warga di Desa Made, Kecamatan Lamongan, Kabupaten Lamongan, Jawa Timur, diduga nekat mengibarkan sejumlah bendera Israel di rumahnya. Ia juga menggambar simbol-simbol yang identik dengan kelompok illuminati, di tembok kediamannya.

Pengibaran bendera Israel itu diketahui sejak Selasa (20/10) kemarin, hingga kemudian ramai disorot dan jadi polemik masyarakat setempat. Merespons hal itu, aparat gabungan Desa Made langsung menuju lokasi untuk melakukan penurunan.

Aksi penurunan dipimpin langsung oleh Penjabat (Pj) Kepala Desa Made, Suryo, bersama Sekretaris Desa (Sekdes) Made, Khabbib Yaumiddin, dan Babinsa Desa Made, Nurhadi. Mereka juga membersihkan sejumlah coretan di sekitar rumah B.

Sekdes Made, Khabbib Yaumiddin mengatakan, bendera itu bukanlah bendera resmi buatan pabrik, melainkan kain yang digambar sendiri oleh pemilik rumah menggunakan cat hingga menyerupai bendera panji negara zionis.

"Ini kita melaksanakan penurunan bendera karena sudah ramai dan mungkin sudah viral di media sosial. Jadi kita bersama Pak Pj Kades Made dan Babinsa Desa Made menurunkan bendera tersebut agar tidak meresahkan lagi," kata Khabbib saat dikonfirmasi, Rabu (21/10).

Menurut Khabbib, kejadian serupa sebenarnya bukan kali pertama terjadi. Warga setempat sebelumnya pernah menurunkan bendera serupa ketika melaksanakan kerja bakti membersihkan lingkungan. Namun, pemilik rumah kembali memasangnya beberapa waktu kemudian.

Khabbib menyebut, si pemilik rumah saat ini tinggal seorang diri setelah kedua orang tuanya meninggal dunia. Yang bersangkutan dikenal lebih sering diam dan jarang berkomunikasi dengan warga sekitar. Namun ia menyebut B tidak pernah melakukan tindakan brutal ataupun menyerang warga.

"Kalau mengamuk tidak pernah. Orangnya lebih cenderung diam dan menyampaikan lewat tulisan-tulisan," ujarnya.

Sementara itu, Pj Kepala Desa Made, Suryo, menegaskan langkah penurunan bendera tersebut dilakukan untuk menjaga ketertiban dan kondusivitas lingkungan, terutama setelah persoalan itu menjadi perhatian publik di media sosial.

"Sesuai dengan yang viral di media sosial, pemasangan bendera negara tertentu hari ini kita lepas bersama Pak Babinsa, Pak Sekdes, dan disaksikan warga setempat. Harapan kami ke depan tidak terpasang lagi, agar suasana atau situasi menjadi kondusif," tegas Suryo.

(frd/gil)


KOMENTAR

ARTIKEL TERKAIT
TOPIK TERKAIT
TERPOPULER
LAINNYA DARI DETIKNETWORK