Prabowo: Kita Dipaksa Hadapi Kesulitan, Bangsa Kita Ditipu
Presiden RI Prabowo Subianto mengungkap kegeramanannya bahwa selama bertahun-tahun bangsa Indonesia dipaksa untuk menghadapi kesulitan.
Sementara di tengah kesulitan itu, kekayaan negara terus diambil dan pergi ke luar negeri.
Pernyataan itu ia sampaikan pada pidatonya dalam Sidang Kabinet Paripurna di Istana Negara, Jakarta, Rabu (21/10).
"Kita dipaksa memilih hadapi kesulitan, kenyataan, yang intinya adalah menyelamatkan kekayaan bangsa atau kita teruskan sistem yang mengakibatkan kekayaan RI, diambil ke luar negeri, tahun demi tahun melalui segala praktik-prakitk yang saya anggap penipuan," ujar Prabowo.
Prabowo mengaku telah menerima mandat dari rakyat untuk melawan dan menghadapi segala bentuk kesulitan yang dihadapi warga. Menurut dia, negara tak lagi bisa naif menyenangkan semua orang untuk menghadapi semua itu.
"Kita tidak bisa lagi menghadapinya dengan terlalu naif atau terlalu berusaha untuk senangkan orang lain," katanya.
Dia menantang semua pemimpin politik, pakar maupun ahli hukum yang bisa dengan keras menyatakan penolakan atas kondisi tersebut. Padahal, praktik penyelundupan kekayaan negara adalah pelanggaran.
"Apakah ada pemimpin politik atau ahli hukum yang akan berdiri dan katakan bahwa penyelundupan bukan pelanggaran," katanya.
Presiden RI Prabowo Subianto menggelar Sidang Kabinet Paripurna (SKP). Sidang Kabinet Paripurna pada hari ini digelar satu hari setelah dua tahun berjalan pemerintahan Prabowo-Gibran.
Tercatat, Prabowo terakhir kali menggelar SKP pada 20 Juli 2026 lalu, dan digelar lagi pada hari ini.
(thr/mnf/isn)