Cuaca Ekstrem Surabaya, Ayam-ayam Mati Kepanasan saat Diangkut Truk

CNN Indonesia
Rabu, 21 Okt 2026 17:55 WIB
Truk yang mengangkut ayam di Surabaya meminta pertolongan damkar agar menyiram ayam-ayamnya yang kepanasan di jalan. Banyak ayam-ayam itu tak tertolong.
Ilustrasi. Truk yang mengangkut ayam di Surabaya meminta pertolongan damkar agar menyiram ayam-ayamnya yang kepanasan di jalan. Banyak ayam-ayam itu tak tertolong. (Foto: CNN Indonesia/ Adhi Wicaksono)
Jakarta, CNN Indonesia --

Cuaca panas ekstrem yang melanda Surabaya berimbas pada perjalanan ekspedisi hewan ternak. Sebuah truk pengangkut ayam potong dari Magelang, Yogyakarta, tujuan Pasar Pabean, Surabaya, mengalami musibah karena banyak ayam bawaannya mati kepanasan di tengah perjalanan, Rabu (21/10).

Karena kehabisan bekal air, pengemudi truk akhirnya berinisiatif mendatangi Kantor Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP) Pos Pasar Turi, Surabaya. Ia meminta bantuan petugas untuk mengguyur kendaraannya demi menyelamatkan sisa ayam yang masih hidup.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Tadi sekitar pukul 10.00 WIB, ada truk mengangkut ayam potong lewat. Informasinya, itu ayamnya banyak yang mati kepanasan," kata Kepala Bidang DPKP Surabaya M Rokhim saat dikonfirmasi.

Rokhim menjelaskan, pemilik truk awalnya mengandalkan tiga jeriken air untuk mendinginkan ayam di bak belakang, namun persediaan tersebut habis di jalan. Pengemudi yang kebetulan baru keluar dari jalan tol itu lantas melihat pos pemadam kebakaran dan memutuskan mampir ke kantor pemadam.

"Dia pas lewat terus mampir ke Pos (Pasar Turi), itu satu arah, kan, mungkin dari exit Tol Dupak. Tadi, informasinya teman-teman mau ke Pasar Pabean dari Magelang," ucapnya.

Merespons kedatangan truk, petugas damkar langsung melakukan penyiraman. Setelah diguyur air selama beberapa menit dan suhu ayam dirasa sudah cukup stabil, pengemudi truk pun pamit meninggalkan lokasi untuk melanjutkan perjalanan ke pasar.

"Cuman, sebentar tadi menyiramnya sekitar 15 menitan enggak sampai. Ayamnya yang mati ya masih di truknya situ, iya (masih dibawa)," ujarnya.

Insiden ini merupakan salah satu dampak tingginya suhu di musim kemarau saat ini. Merespons cuaca terik dalam beberapa hari terakhir, DPKP Surabaya mengimbau masyarakat untuk lebih waspada dan tidak membakar sampah sembarangan di ruang terbuka.

"Memang, cuacanya panas sekali ya, harapan kami warga jangan bakar sampah soalnya rawan merembet. Hari ini saja lahan kosong ada kalau lima kali sampai pukul 12.00 WIB," pungkasnya.

Sementara itu Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Juanda memprakirakan suhu udara di wilayah Jawa Timur pada Rabu (21/10), menyentuh angka ekstrem dengan titik maksimal mencapai 39 derajat celcius dan titik terendah 13 derajat celcius.

Tingkat kelembapan udara berada di kisaran 25 hingga 100 persen dengan angin yang berembus dari arah utara berkecepatan 5 hingga 42 kilometer per jam. BMKG memprediksi terjadinya kabut asap pada rentang waktu siang hingga sore hari.

(frd/wis)
placeholder