Buka Musrenbang HAM, Pigai Minta Pembangunan Harus Dirasakan Rakyat

CNN Indonesia
Kamis, 22 Okt 2026 00:01 WIB
Menteri Hak Asasi Manusia (HAM) Natalius Pigai memberikan keterangan pers di Kantor Kementerian HAM, Jakarta, Senin (29/6/2026). Menteri Hak Asasi Manusia meminta pengusutan tuntas kasus penyekapan dan penganiayaan perempuan di Bandung tanpa restorat
Menteri HAM Natalius Pigai. (ANTARA FOTO/FAUZAN)
Jakarta, CNN Indonesia --

Menteri Hak Asasi Manusia (HAM) Natalius Pigai menegaskan pembangunan yang dilakukan pemerintah harus dirasakan oleh rakyat.

Ia menyinggung keterkaitan erat antara arah pembangunan pemerintah dan pemenuhan hak asasi manusia.

Hal itu disampaikan Pigai saat membuka Musyawarah Perencanaan Pembangunan Hak Asasi Manusia (Musrenbang HAM) Nasional Tahun 2026 bertema "Memperkuat Perencanaan Pembangunan HAM yang Partisipatif, Responsif, dan Antisipatif", Rabu (21/10).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Kegiatan itu sekaligus menjadi kick-off rangkaian kegiatan peringatan Hari HAM Sedunia ke-78, yang terdiri atas Musrenbang HAM 2026, Rapat Koordinasi Penggerak Desa/Kelurahan/Kampung Sadar HAM Tahun 2026, dan Hari Bhakti Kementerian HAM ke-2.

"Pembangunan memperoleh maknanya ketika masyarakat merasakan perubahan dalam kehidupan mereka. Anak dapat bersekolah, orang sakit memperoleh pelayanan kesehatan, pekerja mendapat perlindungan, penyandang disabilitas mengakses layanan publik secara mandiri, dan masyarakat hidup dalam lingkungan yang sehat. Di situlah hubungan antara pembangunan dan HAM menjadi nyata," kata Pigai dalam keterangan tertulis.

Ia menekankan agenda pemajuan HAM sejalan dengan visi Asta Cita dan UUD 1945.

"Asta Cita adalah HAM, dan HAM adalah Asta Cita. Hubungan tersebut harus kita terjemahkan ke dalam pilihan kebijakan, perencanaan, penganggaran, dan pelayanan publik," ujarnya.

Selain empat agenda utama tersebut, acara itu juga ditandai dengan peluncuran Peta Pemenuhan Kebutuhan Hak Dasar Masyarakat hingga Tingkat Desa sebagai instrumen penting penyusunan kebijakan berbasis data.

Pigai mengatakan Musrenbang HAM membuka ruang seluas-luasnya bagi masyarakat untuk turut andil dalam pembuatan keputusan, di mana Penggerak HAM bertugas membawa suara warga terpencil, kelompok rentan, serta masyarakat yang sulit menjangkau layanan publik secara utuh dan aman.

Selain itu, Musrenbang HAM turut membahas isu-isu terkini yang beririsan dengan HAM, seperti perkembangan kecerdasan artifisial (AI), teknologi neuro (neurorights), perubahan iklim, transisi energi, dan dinamika demografi.

Forum itu diarahkan untuk menyepakati prioritas HAM nasional guna memusatkan tindak lanjut yang konkret.

"Ukuran kemajuan pembangunan HAM adalah membaiknya kehidupan masyarakat, termasuk mereka yang paling sulit menjangkau pelayanan dan paling jarang didengar suaranya. Tetapkan prioritas berdasarkan dampaknya terhadap manusia, rumuskan tindak lanjut yang dapat dikerjakan, dan ukur perubahan nyata yang dialami masyarakat," katanya.

(yoa/dal)
placeholder