Kardinal Suharyo Tinjau Gereja di IKN, Basilika Pertama RI

CNN Indonesia
Kamis, 22 Okt 2026 14:06 WIB
Kardinal Suharyo meninjau Gereja Santo Fransiskus Xaverius di IKN, yang direncanakan jadi basilika pertama di Indonesia, pekan ini.
Kardinal Suharyo meninjau Gereja Santo Fransiskus Xaverius di IKN, yang direncanakan jadi basilika pertama di Indonesia, pekan ini. (Dok. Istimewa)
Jakarta, CNN Indonesia --

Uskup Agung Jakarta, Kardinal Ignatius Suharyo meninjau Gereja Santo Fransiskus Xaverius di Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP) Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara, Kalimantan Timur, Selasa (20/10).

Gereja tersebut direncanakan menjadi basilika pertama di Indonesia. Menurut Suharyo, masih ada sejumlah persiapan teknis yang perlu diselesaikan sebelum gereja tersebut diresmikan sebagai basilika.

Kedatangan Suharyo didampingi Kepala Otorita IKN Basuki Hadimuljono.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Dari keterangan Bapak Basuki, saya merasa bahwa semua yang bekerja di sini sungguh-sungguh berusaha sebaik-baiknya," ujar Kardinal Suharyo dalam keterangan dikutip dari detikKalimantan, Rabu (21/10).

Ia menilai keberadaan gereja tersebut menjadi hal yang patut diapresiasi, apalagi lokasinya masuk ke dalam kompleks Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP) IKN.

"Tentu syukur, karena di dalam kompleks IKN ini ada gereja yang begitu besar, yang akan diresmikan sebagai basilika. Kalau nanti itu terjadi, inilah satu-satunya basilika di Indonesia." kata Kardinal Suharyo.

Gereja Santo Fransiskus Xaverius mengusung arsitektur dengan nuansa inkulturasi budaya dan nilai kerukunan antarumat beragama. Konsep tersebut juga dipadukan dengan nilai kerukunan antarumat beragama yang tercermin melalui keberadaan Plaza Kerukunan.

"Gerejanya dibangun dengan nuansa inkulturasi yang sangat kuat. Dengan nuansa cita-cita kerukunan antarumat yang sangat kuat," ucap Suharyo.

Dia juga menyinggung Plaza Kerukunan yang dirancang sebagai penghubung gereja dengan tempat-tempat ibadah agama lain di kawasan IKN. Fasilitas tersebut menjadi simbol kerukunan antar umat beragama di Nusantara.

"Ada Plaza Kerukunan, dan nanti akan dibangun juga sebagai simbol sebagai lambang tempat-tempat ibadat yang lain," tambah Kardinal Suharyo.

Kunjungan pastoral itu jadi pengalaman pertama Kardinal Suharyo melihat langsung pembangunan IKN. Sebelumnya, ia mengaku hanya mengikuti perkembangan pembangunan ibu kota baru melalui pemberitaan media.

Setelah melihat langsung kawasan Nusantara, Kardinal Suharyo menilai pembangunan IKN merupakan bagian dari upaya menyiapkan masa depan Indonesia.

"Saya belum pernah ke sini, hanya membaca dari koran dan melihat di televisi. Ini tentu suatu pembangunan masa depan yang sudah dibutuhkan," kata dia.

Insert Grafis Selayang Pandang IKN

Baca berita lengkapnya di sini.

(tim/kid)
placeholder