Mahasiswa dan Warga Kalsel Terjun Demo Desak Penanganan Karhutla-Asap

CNN Indonesia
Kamis, 22 Okt 2026 17:42 WIB
Mahasiswa ULM dan warga Banjarmasin berunjuk rasa di DPRD Kalsel, mendesak pemerintah tangani kebakaran hutan dan kabut asap.
Mahasiswa ULM dan warga Banjarmasin berunjuk rasa di DPRD Kalsel, mendesak pemerintah tangani kebakaran hutan dan kabut asap yang mengancam kesehatan masyarakat. (Detikcom/Khairun Nisa)
Jakarta, CNN Indonesia --

Massa mahasiswa dari Universitas Lambung Mangkurat (ULM) melakukan aksi di depan kantor DPRD Kalimantan Selatan (Kalsel), Banjarmasin, Kamis (22/10).

Dalam aksi mendesak langkah cepat tangani kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang telah berlangsung berbulan-bulan itu hadir pula warga umum, termasuk ibu rumah tangga (IRT) atau emak-emak yang turut berorasi.

Mahasiswa menuntut tindakan tegas dari pemerintah untuk menangani persoalan kabut asap. Selain kabut asap, kondisi krisis di Kalsel juga menjadi sorotan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dalam aksi itu, seorang IRT dengan nama Yaya menyampaikan keresahannya tentang Kalsel dalam beberapa bulan belakangan. Selain masalah kabut asap, kekeringan juga menjadi keluhan Yaya.

"Kami resah selama ini kabut asap hampir tiga bulan, air PAM asin," katanya dalam orasi seperti dikutip dari detikKalimantan.

Yaya menyuarakan kondisi krisis dan kabut asap yang terjadi di Banjarmasin membuat sejumlah pekerja mengalami kesulitan antara membagi waktu mengajar anak, serta mencari nafkah.

Ia berharap peran nyata pemerintah dalam membantu menangani krisis yang tengah terjadi di masyarakat. Apalagi ada korban yang berjatuhan karena kabut asap.

"Sudah ada berapa korban yang berjatuhan. Termasuk pemadam kebakaran, guru dan lain sebagainya. Mana tanggung jawab dari pemerintah!" seru Yaya.

Selain itu, ratusan massa aksi juga menyuarakan hal serupa.

Mengutip dari detikKalimantan, massa aksi sebelumnya berjalan dari Taman Kamboja Banjarmasin menuju kantor DPRD Provinsi Kalimantan Selatan.

Di sana massa aksi menyerukan kepedulian terhadap isu lingkungan. Yakni mulai kebakaran hutan dan lahan, sampai kabut asap yang tak kunjung reda sejak tiga bulan lalu.

Salah satu massa aksi menyerukan keinginan mereka terhadap tindakan tegas dari pemerintah untuk menangani persoalan kabut asap. Selain kabut asap, persoalan terhadap kondisi-kondisi krisis di Kalsel juga menjadi sorotan.

Puluhan mahasiswa Universitas Lambung Mangkurat (ULM) mendatangi kantor DPRD Kalimantan Selatan (Kalsel).Massa mahasiswa Universitas Lambung Mangkurat (ULM) mendatangi kantor DPRD Kalimantan Selatan (Kalsel) (Detikcom/Khairun Nisa)

Dalam demo itu sempat terjadi aksi dorong-dorongan antara massa aksi dan aparat hingga menyebabkan salah satu pagar DPRD roboh.

Peristiwa berawal ketika para mahasiswa meminta masuk untuk bisa melakukan audiensi, namun pagar ditutup rapat dan dijaga ketat oleh aparat. Beberapa mahasiswa tampak melompat pagar.

Aksi saling dorong pun terjadi. Selain itu, terlihat sejumlah benda dilempar ke halaman kantor, mulai dari botol air mineral, bohlam, sandal, hingga sepatu.

Beberapa mahasiswa juga sempat beradu argumen dengan polisi karena merasa ada kawannya yang dipukul aparat. Mereka pun meminta agar polisi yang bersangkutan didatangkan ke hadapan mahasiswa. Hingga kini situasi masih belum kondusif.

Baca berita lengkapnya di sini.

(tim/kid)
placeholder