Warga Ingin Kerja di Luar Negeri, Pemprov DKI Siapkan Pelatihan Bahasa

CNN Indonesia
Jumat, 23 Okt 2026 07:13 WIB
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung harap aksi demonstrasi yang berlangsung di Jakarta pada Selasa (20/10) dapat berjalan dengan tertib.
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung siapkan program pelatihan bagi masyarakat Jakarta yang ingin kerja di luar negeri tapi terkendala bahasa asing. (CNN Indonesia/Bernadette Moureen)
Jakarta, CNN Indonesia --

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung siapkan program pelatihan bagi masyarakat Jakarta yang ingin kerja di luar negeri tapi terkendala bahasa asing.

Hal ini ia sampaikan ketika menghadiri Karir Jakarta & Tenaga Kerja Mandiri Expo 2026 di SMESCO, Jakarta Selatan, Kamis (22/10).

"Yang bahasanya belum bagus bisa memanfaatkan fasilitas yang dimiliki oleh Pemerintah DKI Jakarta ada yang namanya Mobile Training Center," ujar Pramono.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Pramono menyatakan bahwa Jakarta memiliki kerja sama dengan sejumlah negara dan kota asing untuk pembukaan lapangan pekerjaan. Negara-negara yang ia sebut meliputi Singapura, Jepang, Taiwan, Hong Kong, hingga Jerman.

Namun, terlepas dari adanya kerja sama tersebut, Pramono menyebut ada masalah yang muncul dalam pencarian kerja, yakni bahasa. Ia pun kemudian memberikan instruksi kepada Kepala Dinas Ketenagakerjaan DKI Jakarta untuk menangani persoalan ini.

"Saya sudah minta kepada Kepala Dinas Ketenagakerjaan Jakarta, Pemerintah Jakarta akan memberikan pelatihan bahasa kepada saudara-saudara yang berkeinginan untuk bekerja di luar negeri yang bahasanya belum bagus," tegasnya.

Pelatihan ini akan difasilitasi oleh Pemerintah Provinsi DKI Jakarta melalui Mobile Training Center atau Mobile Training Unit. Meski demikian, belum terdapat rincian resmi terkait pelaksanaan program ini.

"Saya minta untuk diadakan walaupun mungkin jumlahnya belum seperti harapan karena untuk melakukan kegiatan itu juga perlu biaya. Tetapi sekali lagi Pemerintah DKI Jakarta sangat berharap bahwa pencari kerja bukan hanya bisa bekerja di Jakarta, tetapi juga bisa kita salurkan untuk bekerja di luar negeri," katanya.

Isu ketenagakerjaan memang menjadi salah satu fokus Pemerintah Provinsi DKI Jakarta. Pramono pun sempat menyinggung terkait tingkat pengangguran terbuka di DKI Jakarta.

"Jakarta sekarang ini tingkat pengangguran terbukanya sudah turun di angka 5,79 [persen], tetapi saya berharap Pak Kepala Dinas segera bisa turun di angka 3,5 persen," ungkapnya.

Angka ini juga sebelumnya telah ia paparkan dalam Konferensi Pers Realisasi APBD Triwulan III Tahun Anggaran 2026. Selain penurunan tingkat pengangguran terbuka, Pemprov DKI Jakarta juga mencatat adanya penurunan persentase penduduk miskin menjadi 3.96 persen. Sementara itu, tingkat partisipasi angkatan kerja mengalami peningkatan menjadi 66.05 persen.

(mou/fra)
placeholder