Utusan Khusus Presiden RI Bidang Iklim dan Energi Hashim Djojohadikusumo bantah kondisi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) 2026 berkorelasi dengan program pengembangan biodiesel B50 yang digencarkan pemerintah.
"Tidak, tidak, tidak. Sama sekali tidak," jawab Hashim kepada CNN Indonesia, Kamis (22/10), ketika ditanya terkait korelasi antara karhutla tahun 2026 dengan program kedaulatan energi pemerintah.
Sebelumnya, pernyataan Hashim ketika menghadiri Investor Daily Summit 2026 pada Rabu (7/10) sempat mendapatkan sorotan publik. Saat itu, Hashim mengatakan bahwa terdapat sekitar 12.7 juta hektare (ha) hutan terdegradasi di Indonesia yang dapat dimanfaatkan sebagai salah satu sumber bahan baku biofuel.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Hashim kini menjelaskan bahwa data 12.7 juta hektare tersebut sudah ia peroleh sejak tahun 2024 dari Kementerian Kehutanan. Data tersebut tidak berkaitan dengan data lahan terdampak karhutla pada tahun 2026.
"Itu data tahun 2024 yang saya dapat dari Kementerian Kehutanan yang waktu itu saya hadir di COP29 di Baku, Azerbaijan sebagai utusan khusus, saya sampaikan bahwa ada di Indonesia 12,7 juta hektar yang rusak akibat kebakaran tahun-tahun sebelumnya." jelasnya.
Lebih lanjut, ia menerangkan bahwa lahan tersebut dimiliki oleh pemerintah dan sudah berupa semak belukar serta tidak ditumbuhi pohon.
Maka dari itu, di tengah upaya penguatan kedaulatan energi, pemerintah pun berencana untuk menanam berbagai tanaman di lahan tersebut.
"Pemerintah dalam program menuju ke B50 dan lain-lain ya, bisa dari tebu, kita bisa tanam tebu, kita bisa tanam singkong, pemerintah ingin untuk tanam singkong, juga untuk sawit, itu ada berbagai tanaman yang mau ditanam di situ," ungkap Hashim.
Ia pun menyatakan bahwa tidak seluruh lahan tersebut akan digunakan untuk penanaman. Dari 12.7 juta hektare lahan terdegradasi tersebut, hanya 2 juta hektar di antaranya yang akan dimanfaatkan untuk penanaman.
"Saya dengar maksimum yang akan dipakai 2 juta hektar. Ya sisanya 12 dari 12,7 juta hektar, saya dengar akan nanti dilakukan reboisasi," katanya.
Menurut pengakuannya, pemilihan porsi lahan yang akan ditanami juga masih dalam tahap penentuan. Penentuan tersebut didasarkan pada pemetaan topografi yang sesuai untuk penanaman.
"Pemetaan itu pakai ada satelit, kita pakai drone, kita macam-macam, itu alat-alat canggih supaya untuk bisa menetapkan, bisa menentukan lokasi yang paling cocok untuk tanaman ini," ungkap Hashim.
Hashim pun sempat buka suara terkait isu kepemilikan kebun sawit. Ia mengaku sudah tidak lagi bergerak di bidang usaha tersebut.
"Itu fitnah itu! Saya sudah keluar sebagai pengusaha sawit, saya sudah berhenti tahun 2008, eh sorry 2018. Sudah 8 tahun lalu,"
Alasannya, Hashim bilang, karena dirinya sudah tidak lagi berniat bisnis di bidang sawit. Adik dari Presiden RI Prabowo Subianto ini menyebut bahwa ia sudah bergerak di bidang lain, seperti migas dan pertambangan.

