Bobby Curhat ke Kapolri: Sumut Peringkat 1 Penyalahgunaan Narkoba

CNN Indonesia
Sabtu, 24 Okt 2026 03:30 WIB
Kapolri Jenderal Polisi Suyudi Ario Seto (kelima kiri) bersama Dirjen Bea dan Cukai Djaka Budhi Utama (keenam kiri), Gubernur Sumatera Utara Bobby Nasution (ketiga kiri), Kapolda Sumatera Utara Irjen Pol Sonny Irawan (kanan), Pangdam I/Bukit Barisan
Gubernur Sumatera Utara Bobby Nasution curhat ke Kapolri Jenderal Suyudi Ario Seto seputar peredaran narkotika di wilayahnya. Foto: ANTARA FOTO/Yudi Manar
Medan, CNN Indonesia --

Gubernur Sumatera Utara (Sumut), Bobby Nasution, bercerita kepada Kapolri Jenderal Polisi Suyudi Ario Seto perihal masalah peredaran narkoba di wilayahnya yang semakin masif. Kata Bobby, sudah lima tahun berturut-turut Sumut menempati peringkat satu penyalahgunaan obat-obatan terlarang.

Hal itu disampaikan Bobby saat menghadiri konferensi pers bersama Kapolri dalam agenda pengungkapan 1,16 Ton narkotika jenis ketamine di perairan Selat Malaka yang dilanjutkan dengan Deklarasi Polisi bersama Masyarakat Sumut Tolak Narkoba di Terminal Bandar Deli Belawan, Kota Medan, Jumat (23/10).

"Hari ini Sumatera Utara punya tantangan yang lebih jauh, lebih besar dibandingkan daerah lain, karena sepengetahuan kami Sumatera Utara sudah lebih dari 5 tahun berturut-turut menjadi daerah dengan prestasi nomor satu pengguna narkoba terbesar di tingkat nasional," kata Bobby.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Ia berharap Sumut bisa bersih dari peredaran narkoba.

"Nah, cita-cita kami, kalau bisa turun dari peringkat satu, jangan di tiga besar, jangan di lima besar, kalau bisa paling bontot. Justru kalau bisa seluruh narkoba yang ada di Indonesia ini bisa hilang agar Indonesia Emas 2045 (bisa terwujud)," imbuhnya.

Bobby pun menceritakan momen saat masih menjabat Wali Kota Medan. Saat itu, ia meminta agar pelaku penyalahgunaan narkoba yang beraksi di jalanan untuk diberikan tindakan tegas dengan tembak di tempat. Akan tetapi, pernyataan tersebut menuai sorotan.

"Dulu pada saat kami di Medan, mohon maaf pak, sempat juga geram ya dengan penyalahgunaan narkoba, maraknya narkoba di wilayah Medan, Sumatera Utara. Dulu kami pernah menyatakan, pak, minta tindak tegas saja untuk penyalahgunaan narkoba yang beraksi di jalanan, yang membegal, dan yang lain-lain dan segala macam. Nah, ini agak lumayan ramailah. Yang kami sampaikan memang statement waktu itu, tindak tegas, tindak di lapangan, kalau perlu tembak di tempat," ucapnya.

Bobby menyebut wilayah Medan Belawan terkenal dengan kasus penyalahgunaan narkoba dengan jumlah yang tinggi, serta kasus kriminal lainnya. Dengan hadirnya Kapolri di Sumut, Bobby berharap peredaran narkoba di wilayahnya bisa ditekan.

"Karena Belawan ini salah satu memang tempat yang sangat masif dari beberapa daerah yang ada di Sumatera Utara, yang ada di kota Medan, salah satu yang masif peredaran narkoba yang ada di Sumut. Mudah-mudahan kehadiran bapak Kapolri di sini membawa Belawan semakin lebih cerah lagi ke depannya, bisa menjadi daerah yang hari ini mungkin dianggap salah satu daerah yang paling banyak penggunaan narkobanya. Mudah-mudahan setelah datang bapak Kapolri, ini salah satu daerah yang paling bersih dari narkobanya," tegasnya.

Dalam kesempatan itu, Kapolri Suyudi turut memberi respons atas penyampaian Bobby tersebut. Ia mengingatkan kondisi itu harus menjadi perhatian bersama dan diikuti langkah nyata dengan memperkuat pencegahan, menindak jaringan pengedar, serta meningkatkan kesadaran masyarakat.

"Memang Sumatera Utara ini adalah daerah nomor satu. Tapi, jangan berkecil hati, walaupun nomor satu tapi pengungkapannya paling banyak. Tapi yang paling penting adalah langkah-langkah, ya. Langkah-langkah kita dalam menghadapi narkoba ini harus terus, ya, dari mulai hulunya, dari pencegahannya," kata Suyudi.

Ia menegaskan pentingnya kolaborasi lintas instansi dalam menghadapi kejahatan transnasional, khususnya penyelundupan narkoba melalui jalur laut. Menurutnya, sinergi menjadi kunci dalam mencegah masuknya barang terlarang ke Indonesia.

"Tidak ada satu institusi yang bisa bekerja sendiri. Kita harus terus bersatu padu untuk mengungkap kejahatan para pelaku yang ingin memasukkan barang-barang terlarang ke Indonesia," tegas Suyudi.

(fnr/ryn)
placeholder