Pemprov DKI Bidik Benyamin S Award Tembus Panggung Internasional

Pemprov DKI | CNN Indonesia
Sabtu, 24 Okt 2026 12:40 WIB
Finalis Benyamin S Award (BSA) dari Kelurahan Kebon Sirih, Jakarta Pusat, hidupkan kembali nuansa Jakarta era 1980-an dalam Festival Jalan Jaksa, Minggu (11/10). Konsep kami beda dengan yang lain, kami menghadirkan kenangan-kenangan masa lalu di mana
Ajang Benyamin S Award 2026. (Foto: CNNIndonesia/Moureen Nathalia)
Jakarta, CNN Indonesia --

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menyimpan visi jangka panjang yang ambisius terhadap penyelenggaraan Benyamin S Award (BSA). Ajang apresiasi bagi aparatur wilayah ini dirancang dapat hadir di panggung regional dan internasional.

Proyeksi global tersebut berjalan seiring dengan momentum transisi Jakarta menyongsong usia lima abad, serta status baru sebagai kota global.

Kepala Biro Kerja Sama Daerah Sekretariat Daerah Provinsi DKI Jakarta, Tona Hutauruk, menyatakan bahwa Benyamin S Award penting sebagai pendorong daya saing dari tingkat lokal.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Dalam konteks Jakarta menuju 500 tahun dan juga kota global, BSA tentunya diharapkan menjadi akselerator peningkatan peringkat kota global sebagai upaya memperkuat daya saing kota kita melalui pengembangan potensi lokal menuju global tanpa kehilangan identitas aslinya," kata Tona dalam penjurian akhir BSA di Jakarta Pusat, baru-baru ini.

Menurutnya, tata kelola dan inovasi yang lahir dari para lurah di Jakarta memiliki standar kualitas yang layak untuk diadopsi oleh kota-kota besar di berbagai negara.

Proses seleksi ketat yang melibatkan ratusan kelurahan di ibu kota ini dinilai mampu menjadi model percontohan yang aplikatif.

"Harapannya nanti setelah 5 tahun ini selesai maka BSA ini bisa dibawa ke tingkat regional bahkan internasional. Jadi bisa menjadi pilot project dan mungkin ditiru oleh negara-undang lain," ujar Tona.

Pemprov menyatakan, peningkatan daya saing internasional harus dibangun dari fondasi akar rumput. Keterlibatan aktif para lurah dalam merawat wilayah masing-masing menjadi kunci agar pembangunan perkotaan dapat dirasakan secara merata oleh masyarakat.

Dalam pelaksanaannya, ajang ini secara khusys menggarisbawahi pada aspek fundamental seperti kebersihan, kenyamanan, keindahan lingkungan, hingga penerapan teknologi terapan di tingkat tapak.

Melalui kompetisi yang sehat, setiap wilayah didorong untuk memunculkan kreativitas dan inovasi pelayanan publik yang bersumber dari partisipasi warga secara mandiri.

Transformasi tata kelola ini juga membuktikan bahwa pencapaian kota global tak hanya mengandalkan pembangunan fisik berskala besar. Penguatan kapasitas kepemimpinan di tingkat kelurahan pun efektif dalam menggerakkan potensi lokal.

Adapun 10 kelurahan finalis Benyamin S Award 2026 adalah Kelurahan Kebon Sirih (Jakarta Pusat), Kelurahan Kelapa Gading Timur (Jakarta Utara), Kelurahan Srengseng (Jakarta Barat), Kelurahan Sukabumi Utara (Jakarta Barat), serta Kelurahan Taman Sari (Jakarta Barat).

Lima finalis lainnya, yakni Kelurahan Kebon Baru (Jakarta Selatan), Kelurahan Cilandak Barat (Jakarta Selatan), Kelurahan Utan Kayu Selatan (Jakarta Timur), Kelurahan Malaka Sari (Jakarta Timur), dan Kelurahan Pulau Panggang (Kepulauan Seribu).

Pemenang ajang akan diumumkan melalui Malam Puncak Benyamin S Award yang dijadwalkan berlangsung pada 30 Oktober mendatang.

Dengan konsistensi pembinaan dan perluasan cakupan program, Pemprov DKI Jakarta optimistis bahwa model evaluasi berbasis komunitas pada Benyamin S Award dapat menjadi inspirasi tata kelola perkotaan modern yang berkelanjutan, baik di tingkat nasional maupun luar negeri.

(rea/rir)
placeholder