Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menjadi menteri yang paling banyak dinilai bekerja baik dalam survei Indonesia Political Opinion (IPO).
Sementara itu, Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni paling banyak disebut responden dalam kategori menteri yang bekerja paling buruk.
Dalam survei tersebut, responden ditanya,"Menurut Bapak/Ibu, nama-nama Menteri manakah di bawah ini yang bekerja paling baik?"
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Hasilnya, Andi Amran memperoleh 33 persen. Ia diikuti Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) dengan 25,2 persen dan Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan sebesar 24,5 persen.
Selanjutnya, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Bahlil Lahadalia memperoleh 21,8 persen, disusul Menteri Kebudayaan Fadli Zon sebesar 20,5 persen.
Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Sugiono meraih 16,1 persen, sedangkan Menteri Pemuda dan Olahraga Erick Thohir memperoleh 13,8 persen. Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian mencatat 12 persen dan Menteri Agama Nasaruddin Umar sebesar 10,3 persen.
Sejumlah menteri lainnya memperoleh angka di bawah 10 persen. Di antaranya Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Hafid sebesar 5,9 persen, Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana 4,6 persen, serta Menteri Haji dan Umrah Mochamad Irfan Yusuf sebesar 4,3 persen.
Menteri Koordinator Bidang Hukum, HAM, Imigrasi, dan Pemasyarakatan Yusril Ihza Mahendra memperoleh 2,8 persen. Sementara itu, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto meraih 2,5 persen.
IPO juga menanyakan,"Menurut Bapak/Ibu, nama-nama Menteri manakah di bawah ini yang bekerja paling buruk?"
Dalam pertanyaan tersebut, Raja Juli Antoni memperoleh 36,6 persen, tertinggi di antara nama-nama menteri yang tercantum. Ia diikuti Menteri HAM Natalius Pigai dengan 21,8 persen.
Menteri Pekerjaan Umum Dody Hanggodo berada di posisi berikutnya dengan 9,4 persen. Menteri Koperasi Ferry Joko Juliantono memperoleh 8,3 persen, sedangkan Menteri ATR/BPN Nusron Wahid meraih 6,5 persen.
Selanjutnya, Menteri Ketenagakerjaan Yassierli memperoleh 5,7 persen dan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu'ti sebesar 5,3 persen. Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman Maruarar Sirait meraih 4,2 persen, sementara Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi memperoleh 3,9 persen.
Sebanyak 32,5 persen responden masuk kategori tidak tahu atau tidak menjawab pertanyaan tersebut.
Selain penilaian kinerja, IPO mengukur tingkat pengenalan publik terhadap para menteri melalui pertanyaan,"Menurut Bapak/Ibu, Menteri manakah di bawah ini yang tidak pernah atau jarang Bapak/Ibu dengar namanya?"
Menteri Transmigrasi Iftitah Suryanegara memperoleh angka tertinggi dalam kategori tersebut, yakni 82,5 persen. Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Arifatul Choiry menyusul dengan 79,2 persen.
Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Rini Widyantini memperoleh 63,4 persen. Berikutnya, Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga Wihaji mencatat 52 persen, sedangkan Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas Rachmat Pambudy memperoleh 51,7 persen.
Menteri Luar Negeri Arrmanatha Nasir meraih 38,9 persen, disusul Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Brian Yuliarto sebesar 36,5 persen.
Sementara itu, Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia Mukhtarudin memperoleh 30,7 persen, Menteri Ekonomi Kreatif Teuku Riefky Harsya 28,5 persen, dan Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi 21,6 persen.
Sebanyak 36,1 persen responden tidak tahu atau tidak menjawab pertanyaan mengenai menteri yang jarang atau tidak pernah mereka dengar namanya.
Survei IPO dilakukan pada periode 12-20 Oktober 2026 kepada 1.200 responden dengan menggunakan metode multistage random sampling. Survei memiliki tingkat kepercayaan 95 persen dengan margin of error sebesar ±2,9 persen.
(lau/mik)

