Karhutla Ciremai, Bayi Surili Terpisah dari Induk Diselamatkan Petani

CNN Indonesia
Minggu, 25 Okt 2026 07:55 WIB
Seekor bayi surili yang terpisah dari induknya saat karhutla melanda kawasan Puncak Dulang, Gunung Ciremai, Jawa Barat, berhasil diselamatkan seorang petani. (ANTARA/HO BPBD Kabupaten Kuningan)
Jakarta, CNN Indonesia --

Seekor bayi surili yang terpisah dari induknya saat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) melanda kawasan Puncak Dulang, Gunung Ciremai, Jawa Barat, berhasil diselamatkan seorang petani.

Petani tersebut tergabung dalam Masyarakat Peduli Api (MPA) Padabeunghar Silihwangi Majakuning, Darsa alias Dodo (51).

Tak hanya menyelamatkan bayi primata endemik tersebut dari kebakaran, Dodo juga berhasil menemukan induknya dan mempertemukan kembali keduanya di habitat asalnya.

Dodo menemukan bayi surili dalam kondisi lemas di dahan pohon yang terbakar pada Kamis (22/10) sekitar pukul 23.00 WIB. Saat itu, api masih membakar kawasan hutan di ketinggian sekitar 1.600 meter di atas permukaan laut (mdpl), seperti yang dikutip dari detikJabar.

Dodo kemudian membawa bayi surili tersebut menjauh dari titik kebakaran dan menempatkannya di tenda sementara yang lebih aman. Bayi itu diduga telah banyak menghirup asap kebakaran sehingga perlu dirawat hingga kondisinya membaik.

Keesokan paginya, kondisi bayi surili mulai pulih dan ia kembali mengeluarkan suara.

Setelah membantu memadamkan api dan membuat sekat bakar, Dodo bersama relawan lain berupaya mencari induk bayi surili tersebut agar keduanya bisa kembali bersama.

Pencarian pertama dilakukan pada Jumat (23/10) sekitar pukul 07.00 WIB. Dodo menyusuri hutan sejauh sekitar 500 meter di tengah kondisi lahan yang terbakar dan masih menyisakan bara api.

Namun, induk surili belum ditemukan sehingga bayi tersebut dibawa kembali ke tenda sementara.

Dodo tidak menyerah. Sekitar pukul 10.00 WIB, ia kembali mencari induk surili dengan menyusuri zona inti Gunung Ciremai yang belum terbakar. Setelah berjalan sekitar 300 meter dari lokasi penemuan bayi, ia akhirnya menemukan induknya.

Saat pencarian berlangsung, bayi surili itu terus mengeluarkan suara. Dodo menduga suara tersebut menjadi petunjuk bahwa induknya berada tidak jauh dari lokasi mereka.

Dalam pertemuan itu, Dodo juga menemukan sekitar 15 ekor surili yang berada bersama induk bayi tersebut.

"Kondisinya sudah terbakar, jadi kenapa si anakan surili ini ditinggal. Jadi induknya itu mungkin kena asap, jadi kacau ditinggal pada lari masuk ke zona inti yang belum terbakar. Beruntung kami sudah buat sekat bakar, jadi api kemungkinan nggak masuk ke zona inti. Ada sekitar 15 ekor tuh ada. Karena memang itu habitat surili," tutur Dodo.

Ia menduga kelompok primata itu menyelamatkan diri dari kebakaran dengan berpindah ke zona inti yang belum terdampak api.

(anm/bac)


KOMENTAR

ARTIKEL TERKAIT
TOPIK TERKAIT
TERPOPULER
LAINNYA DARI DETIKNETWORK