OBITUARI

Widodo AS Meninggal Dunia, Panglima TNI Pertama dari Angkatan Laut

CNN Indonesia
Minggu, 25 Okt 2026 09:20 WIB
The words In Memory written in vintage letterpress type
Ilustrasi. (Istockphoto/elinedesignservices)
Jakarta, CNN Indonesia --

Mantan Panglima TNI Laksamana TNI (Purn) Widodo Adi Sutjipto meninggal dunia.

Kabar wafatnya Widodo AS dikonfirmasi Kepala Dinas Penerangan Angkatan Laut (Kadispenal) Laksamana Pertama Tunggul kepada CNN Indonesia pada Minggu (25/10).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Widodo Adi Sutjipto lahir di Boyolali, Jawa Tengah, pada 1 Agustus 1944. Ia merupakan putra keempat pasangan Adi Sutjipto dan Siti Fatonah. Ayahnya berprofesi sebagai guru.

Widodo menempuh pendidikan militer di Akademi Angkatan Laut (AAL) dan lulus pada 1968, sebagaimana dikutip dari laman resmi TNI AL dan Kementerian Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan. Dalam kehidupan pribadinya, Widodo menikah dengan Sri Murniati.

Widodo merupakan Panglima TNI periode 1999-2002 yang kemudian menjabat Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) periode 2004-2009.

Ia juga pernah menjadi anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres) periode 2009-2014. Dalam perjalanan karier militernya, Widodo tercatat sebagai Panglima TNI pertama yang berasal dari matra Angkatan Laut (AL).

Selain itu, Widodo tercatat sebagai warga kehormatan Korps Marinir ke-10 pada 27 Juli 1999.

Panglima TNI periode 1999-2002

Widodo diangkat menjadi Panglima TNI oleh Presiden ke-4 RI Abdurrahman Wahid atau Gus Dur pada 1999. Ia menggantikan Jenderal TNI Wiranto.

Masa jabatannya berakhir pada 18 Juni 2002 dan kemudian digantikan Jenderal TNI Endriartono Sutarto.

Setelah itu, Widodo dipercaya Presiden ke-5 RI Megawati Soekarnoputri untuk memimpin Tim Nasional Penanggulangan Dampak Situasi Irak (TNPDSI).

Pernah memimpin Operasi Aru Jaya

Sebelum menduduki jabatan tertinggi di TNI, Widodo memiliki pengalaman panjang di lingkungan militer. Salah satu catatan penting dalam perjalanan kariernya adalah ketika memimpin Operasi Aru Jaya pada 11 Maret 1992.

Saat itu, Widodo berpangkat Kolonel Laut (P). Operasi tersebut bertujuan menghalau kapal Lusitania Expresso yang hendak melakukan tabur bunga di Dili, Timor-Timur.

Pengalaman memimpin operasi tersebut menjadi salah satu bagian dari perjalanan karier Widodo di TNI AL sebelum ia dipercaya memimpin seluruh jajaran TNI.

(anm/bac)
placeholder