Presiden Prabowo Subianto menerima Gubernur Universitas Republik Indonesia (URI) Donny Ermawan Taufanto di Hambalang, Jawa Barat.
Pertemuan sesama purnawirawan TNI itu disebut membahas perkembangan program pendidikan dan pelatihan kepemimpinan yang dijalankan URI.
"Minggu sore, Presiden Prabowo Subianto menerima Gubernur Universitas Republik Indonesia (URI) Marsekal TNI (Purn.) Donny Ermawan Taufanto di kediaman Hambalang, Jawa Barat," ujar Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya mengutip Antara, Minggu (25/10).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Teddy menyampaikan bahwa salah satu hal yang dibahas dalam pertemuan tersebut adalah perkembangan peserta Program Presiden untuk Pemimpin Masa Depan (P3MD), termasuk rencana program magang pada awal 2027.
Dalam kesempatan itu, Gubernur URI melaporkan kepada Prabowo perkembangan 384 peserta didik Program Presiden untuk Pemimpin Masa Depan (P3MD) yang dijadwalkan melaksanakan magang pada Januari dan Februari 2027.
Menurut Teddy, pertemuan tersebut membahas juga pengembangan infrastruktur pendidikan URI melalui pembangunan gedung baru di wilayah Bogor. Fasilitas tersebut diharapkan dapat mendukung pelaksanaan pendidikan dan pelatihan kepemimpinan.
Sementara itu, Ermawan Taufanto menjelaskan sejauh mana progres pembangunan gedung Universitas Republik Indonesia di Cikasungka, Bogor, sebagai bagian dari pengembangan sarana pendidikan dan pelatihan kepemimpinan.
Lebih lanjut, Teddy menyampaikan bahwa URI diharapkan menjadi bagian dari upaya menyiapkan generasi pemimpin yang memiliki kapasitas akademis, ketangguhan, dan kecintaan terhadap bangsa.
"Melalui Universitas Republik Indonesia, diharapkan lahir pemimpin-pemimpin bangsa yang tangguh, unggul secara akademis, serta memiliki nasionalisme yang kuat," jelasnya.
Pengembangan URI sendiri diklaim Teddy merupakan bagian dari upaya pemerintah mempersiapkan sumber daya manusia yang mampu berkontribusi secara nyata bagi kemajuan bangsa dan menjalankan peran dalam kepemimpinan nasional.
Sebelumnya, Wakil Ketua Komisi X Lalu Hadrian mengaku tak tahu menahu soal Universitas Republik Indonesia (URI) yang baru dibentuk dan diumumkan Prabowo Subianto pada Rabu (23/7).
Lalu mengatakan Komisi X selaku mitra pemerintah di bidang pendidikan belum pernah membahas pembentukan URI. Dia karenanya tak tahu fungsi, dasar hukum, maupun anggaran lembaga tersebut.
"Komisi X DPR RI hingga kini belum pernah membahas pembentukan URI, baik dalam rapat maupun agenda resmi. Kami belum menerima penjelasan formal mengenai dasar hukum, tugas, fungsi, maupun anggarannya," kata Lalu saat dihubungi, Kamis (24/7).
Padahal, kata dia, pemerintah mestinya bisa memberikan penjelasan soal perbedaan atau nilai tambah URI dibanding banyak kampus atau sekolah kedinasan lain di Indonesia.
(tim/dal)

