Pramono Anung Ajak Anak Muda Rawat Jakarta Jelang 500 Tahun

Pemprov DKI Jakarta | CNN Indonesia
Selasa, 27 Okt 2026 15:18 WIB
Pemprov DKI
Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, saat menghadiri Workshop Aspirasi Orang Muda Jakarta-Kawula17 Goes to School 2026 di Balai Agung, Balai Kota Jakarta, Senin (26/10). (Foto: Arsip Pemprov DKI)
Jakarta, CNN Indonesia --

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, mengajak generasi muda berperan aktif menjaga dan merawat Jakarta. Keterlibatan anak muda dinilai penting demi mewujudkan kota yang inklusif, aman, dan berkelanjutan menjelang peringatan 500 tahun Jakarta pada 22 Juni 2027.

Ajakan itu ia sampaikan saat menghadiri Workshop Aspirasi Orang Muda Jakarta-Kawula17 Goes to School 2026 di Balai Agung, Balai Kota Jakarta, Senin (26/10).

Kegiatan tersebut diikuti 120 pelajar dari 15 SMA/SMK sederajat di DKI Jakarta. Para peserta menyampaikan aspirasi mengenai berbagai persoalan kota, termasuk isu lingkungan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Sebagai calon-calon pemimpin bangsa ke depan, kalian semua yang bertanggung jawab untuk merawat, menjaga, dan saya yakin dalam kepemimpinan anak-anak muda seperti Angelika dan kalian semua, pasti Jakarta di tangan yang lebih baik," ujarnya dalam keterangan tertulis, Selasa (27/10).

Pramono berharap kegiatan itu memberikan manfaat bagi para pelajar, baik untuk pengembangan diri maupun untuk mendorong perubahan positif.

Perubahan itu diharapkan terjadi di lingkungan sekolah dan masyarakat. Ia juga berharap para peserta tumbuh menjadi generasi muda yang mampu memberikan kontribusi nyata bagi bangsa dan negara.

Pada kesempatan yang sama, Co-Founder sekaligus Program Manager Kawula17, Maria Angelica Christy, menekankan pentingnya keterlibatan generasi muda. Menurut dia, keterlibatan itu diperlukan untuk membangun Jakarta yang inklusif, aman, dan berkelanjutan.

Maria menilai persoalan lingkungan perlu menjadi perhatian bersama. Sebab, keputusan yang diambil saat ini akan memengaruhi kualitas hidup generasi mendatang.

"Artinya, kondisi air, udara, ruang hijau, dan energi yang kita putuskan hari ini akan menentukan kualitas hidup kami puluhan tahun mendatang. Dengan kata lain, persoalan lingkungan Jakarta adalah persoalan orang muda Jakarta," kata dia.

Maria juga mengaitkan partisipasi tersebut dengan semangat Sumpah Pemuda yang diperingati setiap 28 Oktober. Ia menyebut keberanian anak muda menyuarakan persoalan kota merupakan bagian dari kontribusi mereka dalam menentukan arah pembangunan Jakarta.

"Kami meyakini DKI Jakarta yang inklusif, aman, dan berkelanjutan khususnya tumbuh dari kesediaan untuk saling mendengarkan, khususnya dari suara orang muda. Dengan demikian, perjalanan menuju lima abad Jakarta dapat ditempuh bersama seluruh warganya, terutama orang muda," pungkasnya.

(rir)