Tawuran Maut Tewaskan 1 Orang di Jakbar, 19 Orang Ditangkap

CNN Indonesia
Rabu, 28 Okt 2026 15:31 WIB
Polres Metro Jakarta Barat menangkap 19 orang yang diduga terlibat dalam aksi tawuran antarkelompok di Jalan Salman, Kebon Jeruk, Jakarta Barat pada Senin (26/10). Ilustrasi (iStockphoto/erlucho)
Jakarta, CNN Indonesia --

Polres Metro Jakarta Barat menangkap 19 orang yang diduga terlibat dalam aksi tawuran antarkelompok di Jalan Salman, Kebon Jeruk, Jakarta Barat pada Senin (26/10). Aksi tawuran ini diketahui mengakibatkan satu orang meninggal dunia.

Kapolres Metro Jakarta Barat Kombes Nasriadi mengatakan 19 orang yang ditangkap ini terdiri dari tujuh orang dewasa dan 12 anak yang berhadapan dengan hukum.

Kata dia, saat ini penyidik mendalami peran masing-masing untuk menentukan keterlibatan mereka dalam rangkaian peristiwa tersebut.

"Dari hasil penyelidikan, kami mengidentifikasi empat orang yang diduga menjadi pelaku utama dalam kekerasan terhadap korban, yakni tiga orang yang diduga melakukan pembacokan dan satu orang yang diduga melakukan penyiraman air keras," kata Nasriadi kepada wartawan, Rabu (28/10).

Disampaikan Nasriadi, untuk satu pelaku yang diduga melakukan penyiraman air keras masih dalam pengejaran dan telah masuk daftar pencarian orang (DPO).

Nasriadi menerangkan aksi tawuran itu terjadi pada sekitar pukul 03.15 WIB. Polisi awalnya menerima laporan masyarakat mengenai seorang pria yang ditemukan tergeletak di lokasi kejadian.

Petugas kemudian mendatangi tempat kejadian perkara dan mengevakuasi korban ke rumah sakit terdekat. Namun, korban dinyatakan meninggal dunia setelah tiba di rumah sakit.

Berdasarkan hasil pemeriksaan, korban mengalami luka bacok di sejumlah bagian tubuh serta luka pada wajah yang diduga berkaitan dengan penyiraman air keras.

Penyelidikan lebih lanjut mengungkap dugaan keterlibatan empat kelompok yang dikenal dengan nama Popeye, Batavia, Bonsal dan Samudra. Keempat kelompok tersebut diduga memanfaatkan media sosial untuk mengatur pertemuan, mengajak anggota, dan memprovokasi aksi saling serang.

Polisi juga telah mengamankan empat akun media sosial beserta para adminnya yang diduga berkaitan dengan pengorganisasian aksi tersebut.

Berdasarkan hasil pemeriksaan awal, para admin diduga menggunakan akun yang dikelola untuk mengunggah ajakan tawuran, menghimpun anggota, serta menyiarkan dan merekam kejadian melalui fitur siaran langsung.

"Mereka memposting, kemudian mengajak teman-temannya untuk bersama, untuk saling serang antar empat geng tersebut," ucap Nasriadi.

"Tujuannya adalah mereka melakukan live studio live video untuk tujuan-tujuan tertentu dan meng-upload setiap kegiatan-kegiatan, setiap kejadian-kejadian, setiap pembantaian dan pembacokan mereka upload di Instagram yang ada di mereka pegang sebagai adminnya," sambungnya.

Sementara itu, Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Barat AKBP Edy Sudarma Korniawan menyebut penyidik masih mendalami motif di balik aksi tersebut.

Salah satu dugaan yang sedang ditelusuri adalah keinginan untuk memperoleh eksistensi di media sosial. Termasuk kemungkinan keuntungan dari siaran langsung.

Menurut Edy, penanganan perkara dilakukan dengan membedakan peran setiap orang yang diamankan. Mulai dari mereka yang diduga melakukan kekerasan secara langsung hingga pihak yang diduga merencanakan atau menggerakkan tawuran.

Terhadap 12 anak yang berhadapan dengan hukum, penyidik akan menempuh mekanisme diversi sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan apabila persyaratannya terpenuhi. Sementara itu, tujuh orang dewasa diproses berdasarkan hasil penyidikan dan ketentuan hukum yang berlaku.

Dalam perkara ini, penyidik mendalami penerapan ketentuan pidana terkait kekerasan secara bersama-sama, penganiayaan, serta kepemilikan senjata tajam sesuai peraturan perundang-undangan.

Menurut Edy, saat ini pihaknya masih melakukan pengejaran terhadap satu orang yang masih berstatus DPO serta mengembangkan penyidikan untuk mengungkap secara menyeluruh rangkaian peristiwa yang menyebabkan jatuhnya korban jiwa.

(dis/fra)


KOMENTAR

ARTIKEL TERKAIT
TOPIK TERKAIT
TERPOPULER
LAINNYA DARI DETIKNETWORK