Pemkot Surabaya Raih Penghargaan Berkat Optimalisasi Zakat

Pemkot Surabaya | CNN Indonesia
Senin, 02 Nov 2026 12:30 WIB
Pemkot Surabaya
Foto: Arsip Pemkot Surabaya
Jakarta, CNN Indonesia --

Komitmen dan keseriusan Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya dalam memperkuat ekosistem pengelolaan zakat kembali membuahkan apresiasi bergengsi di tingkat nasional.

Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi, sukses memboyong penghargaan Grand BAZNAS Award 2026 untuk kategori Wali Kota Pendukung Zakat Terbaik dari Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI.

Penghargaan tersebut diserahkan langsung dalam Rapat Koordinasi Nasional BAZNAS 2026 di Jakarta pada Kamis (15/10).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Apresiasi skala nasional ini menjadi pengakuan konkret atas keberhasilan Pemkot Surabaya dalam mendorong optimalisasi penghimpunan dan penyaluran Zakat, Infak, Sedekah, serta Dana Sosial Keagamaan Lainnya (ZIS-DSKL).

Wali Kota Eri menyampaikan, penghargaan tersebut sejatinya merupakan apresiasi bagi seluruh aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Pemkot Surabaya yang telah berpartisipasi menunaikan zakat dari pendapatan mereka.

Partisipasi tersebut, kata Eri, menjadi salah satu kekuatan dalam mendukung penghimpunan dana zakat di Kota Pahlawan.

"Penghargaan ini sebenarnya lebih pantas diberikan kepada seluruh ASN Kota Surabaya. Karena zakat yang dihimpun berasal dari partisipasi bersama, mulai dari wali kota hingga seluruh ASN. Saya hanya mengajak untuk menjalankan syariat dan perintah agama," ujar Eri dikutip Senin (2/11).

Menurut Eri, semangat berbagi melalui zakat perlu terus dijaga dan diperkuat agar manfaatnya dapat dirasakan semakin banyak warga.

Ia berharap pengelolaan zakat tidak berhenti pada kegiatan penghimpunan, tetapi juga mampu menjawab kebutuhan masyarakat yang memerlukan dukungan, terutama kelompok dengan tingkat kesejahteraan terendah atau desil 1.

Karena itu, ia mendorong BAZNAS Kota Surabaya memperkuat sinergi dengan Pemkot Surabaya dan Kementerian Agama (Kemenag), khususnya dalam penyelarasan data penerima manfaat.

Dengan basis data yang akurat, penyaluran zakat diharapkan semakin terukur, tepat sasaran, dan melengkapi program pemerintah dalam menangani persoalan sosial.

"Zakat ini harus kembali kepada masyarakat yang memang berhak menerima. Data menjadi penting supaya warga yang paling membutuhkan bisa diprioritaskan. Kalau kita bergerak bersama, bantuan akan lebih optimal dan semakin banyak masyarakat yang terbantu," tegasnya.

Eri juga menekankan pentingnya menjaga independensi pengelolaan zakat. Menurutnya, dana yang dihimpun BAZNAS Surabaya bersumber dari partisipasi ASN dan masyarakat, bukan dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).

Dengan demikian, pengelolaannya harus dijalankan secara profesional dan berorientasi pada kepentingan penerima manfaat.

"BAZNAS harus berdiri mandiri. Dana zakat berasal dari ASN dan masyarakat, sehingga harus dikelola dengan baik dan disalurkan kepada mereka yang berhak. Prinsip ini penting agar kepercayaan masyarakat terus terjaga," ujarnya.

Sementara itu, Ketua BAZNAS Kota Surabaya, Moch. Hamzah, menyampaikan bahwa penghimpunan dana BAZNAS Surabaya saat ini rata-rata mencapai Rp3 miliar hingga Rp4,5 miliar per bulan.

Capaian tersebut menjadi modal penting untuk memperkuat peran zakat dalam mendukung kesejahteraan masyarakat.

"Ke depan, BAZNAS Surabaya akan terus memperkuat kelembagaan, meningkatkan kapasitas dan profesionalisme amil, serta memperluas edukasi mengenai zakat, infak, dan sedekah. Upaya tersebut dilakukan melalui penguatan Unit Pengumpul Zakat (UPZ), termasuk di masjid dan lingkungan kampung, sehingga semakin banyak masyarakat yang terlibat dalam gerakan berbagi," tegas Hamzah.

Ia menambahkan, kolaborasi antarlembaga menjadi salah satu kunci untuk mengoptimalkan potensi zakat di Surabaya. Melalui pengelolaan yang profesional, transparan, dan akuntabel, zakat diharapkan semakin berperan dalam mendukung berbagai program sosial, sekaligus memperkuat budaya gotong royong di tengah masyarakat.

"Potensi zakat di Surabaya masih bisa terus ditingkatkan. Kami ingin pengelolaannya semakin profesional, independen, transparan, dan akuntabel, sehingga zakat dapat menjadi salah satu kekuatan bersama dalam membantu masyarakat yang membutuhkan," pungkasnya.

(inh)