Klaten Dorong Anak Ikut PAUD Setahun Sebelum Masuk SD

Pemkab Klaten | CNN Indonesia
Senin, 02 Nov 2026 15:36 WIB
Pemkab Klaten
Foto: Arsip Pemkab Klaten
Jakarta, CNN Indonesia --

Pemerintah Kabupaten Klaten, Jawa Tengah, terus meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya pendidikan sejak usia dini melalui kampanye Wajib Belajar 13 Tahun.

Salah satu upaya yang dilakukan adalah mendorong anak mengikuti pendidikan anak usia dini (PAUD) selama satu tahun sebelum memasuki sekolah dasar (SD).

Upaya tersebut diwujudkan melalui kegiatan Diseminasi Implementasi Wajib Belajar PAUD 1 Tahun Pra-Sekolah yang dirangkaikan dengan penyerahan hadiah kepada para pemenang lomba video kampanye Wajib Belajar 13 Tahun. Kegiatan tersebut berlangsung di Gedung Wanita Klaten, Jumat (30/10).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Penjabat (Pj) Sekretaris Daerah Klaten Jaka Purwanto membuka kegiatan sekaligus menyerahkan piagam penghargaan kepada para pemenang.

Acara itu turut dihadiri Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Klaten Agus Setyawan Prasetyoko dan Ketua Dharma Wanita Persatuan (DWP) Klaten.

Dalam sambutannya, Jaka menekankan pentingnya implementasi Wajib Belajar PAUD 1 Tahun Pra-Sekolah untuk mendukung tumbuh kembang anak dan mempersiapkan mereka menghadapi jenjang pendidikan berikutnya.

"Melalui layanan PAUD yang berkualitas, kami berharap setiap anak di Klaten memiliki kesempatan untuk tumbuh dan berkembang secara optimal sesuai potensi dan tahap perkembangan," kata Jaka dalam keterangan resmi dikutip Senin (2/11).

"Untuk mewujudkan hal tersebut diperlukan komitmen dan kerjasama dari berbagai pihak mulai dari pemerintah daerah, satuan pendidikan, orang tua, masyarakat, dan Bunda PAUD, semuanya harus berjalan seiringan," jelasnya.

Upaya menyosialisasikan pentingnya pendidikan sejak dini juga melibatkan masyarakat melalui lomba video kampanye Wajib Belajar PAUD 1 Tahun Pra-Sekolah. Kegiatan ini diharapkan dapat memperluas jangkauan edukasi kepada orang tua mengenai manfaat pendidikan anak usia dini.

Salah satu pemenang, Bunda PAUD Desa Duwet, Kecamatan Wonosari, Erna Yuli Hastuti, mengaku tidak menyangka dapat meraih juara pertama dalam kategori desa.

Dia berharap lomba tersebut tidak sekadar mendorong kreativitas peserta dalam membuat konten, tetapi juga memperkuat peran Bunda PAUD dalam mengedukasi masyarakat di wilayah masing-masing.

"Harapan saya ke depan dengan adanya lomba ini memacu Bunda PAUD di Desa, tidak hanya semangat ngonten tapi semangat mensosialisasikan dan mengedukasi ke masyarakat di Desa setempat agar bisa mengajak putra-putrinya mendaftar di PAUD setempat. Dengan harapannya agar menumbuhkan generasi bangsa yang berprestasi dan membanggakan," terangnya.

Erna menjelaskan, dirinya mengambil tema untuk mendorong kesadaran orang tua akan pentingnya peran mereka dalam mendidik anak, khususnya dalam mengurangi penggunaan gawai serta meningkatkan minat untuk menyekolahkan anak di PAUD.

"Harapannya supaya orang tua itu terpacu biar anak-anaknya tidak main HP saja. Kami juga memberi edukasi bahwa PAUD bukan hanya tempat bermain tetapi bisa menyalurkan bakat dan minat melalui bermain tetapi juga belajar," pungkasnya.

Dalam lomba video kampanye Wajib Belajar 13 Tahun tersebut, penghargaan diberikan kepada para pemenang dari kategori kecamatan dan desa. Berikut daftar pemenang:

Kategori Kecamatan

- Juara I: Kecamatan Gantiwarno
- Juara II: Kecamatan Klaten Utara
- Juara III: Kecamatan Cawas
- Juara Favorit: Kecamatan Wedi

Kategori Desa

- Juara I: Desa Duwet, Wonosari
- Juara II: Desa Kanoman, Kecamatan Karangnongko
- Juara III: Desa Kwaren, Kecamatan Ngawen
- Juara Favorit: Desa Mlese, Kecamatan Ceper

(inh)