BNPB: 742 Hektare Lahan Masih Terbakar, Kalteng Terluas

CNN Indonesia
Selasa, 03 Nov 2026 09:52 WIB
Api membakar lahan di Kecamatan Jekan Raya, Palangka Raya, Kalimantan Tengah, Minggu (18/10). Pemkot Palangka Raya perpanjang tanggap darurat karhutla hingga 9 November 2026.
BNPB melaporkan masih ada 742 hektare lahan yang terbakar akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) hingga Senin (2/11). ANTARA FOTO/Auliya Rahman
Jakarta, CNN Indonesia --

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan masih ada 742 hektare lahan yang terbakar akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) hingga Senin (2/11).

Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Berton SP Panjaitan mengatakan lahan yang terbakar itu tersebar di sejumlah provinsi, di mana Kalimantan Tengah dan Papua Selatan menjadi wilayah dengan luasan terbesar.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Secara nasional kami bisa menyampaikan ada 742 hektare lahan terbakar," kata Berton seperti dikutip Selasa (3/11).

Berton merinci, Kalimantan Tengah mencatat luas lahan terbakar mencapai 351 hektare. Angka tersebut turun 42 persen dibandingkan hari sebelumnya.

Kemudian, Papua Selatan mencatat luas lahan terbakar 253 hektare atau turun 56 persen. Sementara itu, Sulawesi Tenggara mencatat 95 hektare atau turun 63 persen.

Adapun di Nusa Tenggara Timur, luas lahan terbakar mencapai 16 hektare atau turun 36 persen. Sementara di Bangka Belitung luas lahan terbakar seluas delapan hektare, dan di Kalimantan Barat mencapai 19 hektare.

Disampaikan Berton, di wilayah Bangka Belitung dan Kalimantan Barat sebelumnya tidak dilaporkan ada titik api. Namun, pada Senin kemarin justru ditemukan ada lahan yang terbakar.

"Artinya untuk Kalimantan maupun tempat lain, walaupun musim hujan, masih berpotensi terjadi titik-titik api baru mengingat api atau bara api yang ada di bawah permukaan masih belum 100 persen padam akibat hujan yang sudah terjadi akhir-akhir ini," tutur dia.

"Tentu kami tetap mengimbau dan akan melakukan upaya-upaya sehingga titik-titik api akan padam sehingga tidak menjadi masalah di kemudian hari setelah membesar," sambungnya.

[Gambas:Video CNN]

Berton menyebut armada udara masih disiagakan untuk membantu proses pemadaman agar titik api tidak kembali membesar dan memicu kebakaran yang lebih luas.

Kata Berton, total ada 54 armada udara yang disiagakan untuk mendukung penanganan karhutla. Sebanyak 22 armada di antaranya digunakan untuk patroli dan operasi modifikasi cuaca, sementara 30 helikopter disiapkan untuk operasi pemadaman melalui water bombing.

"Kita lihat ada di Kalimantan Selatan, Kalimantan Tengah, Sumatera Selatan, Kalimantan Barat, Jambi dan Riau tetap ada standby atau dalam keadaan siap siaga ketika nanti pesawat ini dibutuhkan untuk keperluan yang ketika ada titik api ataupun memang diperlukan untuk melakukan modifikasi cuaca," ucap dia.

Selain itu, BNPB juga menyiapkan dukungan udara di Jawa Timur, Kalimantan Timur, Papua Selatan dan Papua Barat Daya untuk mengantisipasi kebutuhan penanganan karhutla.

Berton menegaskan kesiapsiagaan tetap dilakukan untuk mengantisipasi kemunculan titik api baru, termasuk di wilayah yang mulai mengalami hujan.

(gil/dis/gil)
LIHAT SELENGKAPNYA