Warga Kelurahan Malaka Sari sekaligus peserta Pilah Olah Sampah Heroes 2026, Chevie Mawarti, memberdayakan kelompok disabilitas melalui upaya pengelolaan limbah tekstil.
Chevie, yang merupakan seorang guru Loka Bina Karya (LBK) Malaka, melibatkan sejumlah warga binaannya dalam upaya pengelolaan limbah tekstil.
LBK sendiri merupakan tempat rehabilitasi sosial di luar panti bagi penyandang disabilitas sensorik maupun intelektual, di bawah koordinasi Dinas Sosial pemerintah daerah.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Di sini yang bantu untuk jahit dari [warga binaan yang] tunarungu dan tunawicara yang bantu-bantu menjahit," ujar Chevie, Selasa (3/11).
Kegiatan jahit menjahit ini menggunakan bahan-bahan dari limbah kain yang kemudian dibuat menjadi dompet, kantong, baju, dan sebagainya.
Hasil produksi tersebut kemudian dijual kembali, misalnya melalui kegiatan pameran ataupun untuk paket-paket hampers perusahaan.
Chevie merupakan seorang guru Loka Bina Karya (LBK) Malaka yang melibatkan sejumlah warga binaannya dalam upaya pengelolaan limbah tekstil. (CNN Indonesia/Moureen Nathalia) |
"Banyak ikut kegiatan-kegiatan di kementerian, bazar-bazar, pameran, pastinya Jakpreneur, karena di tiap kecamatan kita harus daftar, lalu ada juga kegiatan dari Parekraf. Tapi kalau untuk penjualan kita menyasarnya lebih ke company untuk hampers," terang Chevie.
Kegiatan-kegiatan ini juga turut melibatkan warga binaan LBK tempat Chevie mengajar. Chevie menyebut pelibatan tersebut dilakukan untuk mendukung para warga binaan.
"Mereka juga disupport untuk kegiatan pameran dan bazar-bazar. Kita arahkan jadi biar mereka juga mandiri," ucap Chevie.
Hasil keuntungan penjualan dilaporkan juga kembali kepada masyarakat yang terlibat dalam proses dan kegiatan rumah pilah yang digerakkan oleh Chevie, Rumah Pilah Teratai Putih.
Loka Bina Karya (LBK) Malaka merupakan tempat rehabilitasi sosial di luar panti bagi penyandang disabilitas sensorik maupun intelektual, di bawah koordinasi Dinas Sosial pemerintah daerah. (CNN Indonesia/Moureen Nathalia) |
Chevie juga menekankan sampah memiliki nilai yang tinggi. Namun, perlu adanya edukasi secara terus-menerus agar masyarakat paham akan nilai tersebut.
"Sampah itu bukan hanya bisa dibuang atau hanya dijadikan sampah tabungan aja, tapi sebenarnya sampah masih bisa diolah menjadi produk-produk yang punya nilai kalau memang mau kreativitas dan sabar," ucapnya.
Chevie pun berharap partisipasinya dalam Pilah Olah Sampah Heroes 2026 dapat turut memotivasi banyak orang lainnya. Motivasi yang ia harapkan adalah motivasi agar masyarakat dapat memilah sampah masing-masing sebagai bagian dari tanggung jawab diri.
Pilah Olah Sampah Heroes 2026 merupakan program yang diadakan oleh Pemerintah Provinsi DKI Jakarta melalui Dinas Komunikasi, Informatika, dan Statistik (Diskominfotik). Kini, program tersebut telah masuk dalam tahap verifikasi lapangan untuk peserta dalam kategori penggerak.
Kategori ini merujuk pada figur yang melakukan kegiatan memilah dan mengolah sampah serta mampu menggerakkan orang lain untuk turut serta dalam kegiatan tersebut.
(mou/har)

