Gus Ipul Tegaskan SDM Sekolah Rakyat Wajib Disiplin & Patuhi Kode Etik

Kemensos | CNN Indonesia
Rabu, 04 Nov 2026 20:01 WIB
Foto: Arsip Kemensos
Jakarta, CNN Indonesia --

Menteri Sosial Saifullah Yusuf atau Gus Ipul menegaskan seluruh sumber daya manusia (SDM) Sekolah Rakyat harus bekerja secara disiplin dan berpegang teguh pada kode etik. Hal ini dinilai penting mengingat para siswa Sekolah Rakyat berasal dari latar belakang keluarga yang beragam dan membutuhkan pendampingan khusus.

Penegasan tersebut disampaikan Gus Ipul saat membuka Pelatihan Kompetensi Dasar Tenaga Pengamanan, Manajemen Kasus bagi Case Manager, dan Pengelolaan Data Pokok Pendidikan (Dapodik) bagi Operator Sekolah Rakyat di Harris Hotel & Convention Cibinong City Mall, Bogor, Jawa Barat, Rabu (4/11).

Dalam kesempatan itu, Gus Ipul mengingatkan bahwa penyelenggaraan Sekolah Rakyat melibatkan berbagai unsur tenaga kependidikan yang memiliki tugas dan tanggung jawab masing-masing. Mulai dari wali asrama, wali asuh, petugas keamanan, guru, kepala sekolah, manajer kasus, hingga operator data.

"Ada wali asrama, ada wali asuh, ada sekuriti, ada guru, ada kepala sekolah, dan tadi ada manajer kasus, ada juga dari teman-teman yang mengelola data. Semuanya ini harus bisa bekerja dengan disiplin dan berpegang teguh pada kode etik yang ada," kata Gus Ipul.

Pelatihan tersebut berlangsung serentak pada 3-9 November 2026 di sejumlah lokasi di Kabupaten Bogor. Kegiatan ini diikuti 839 peserta yang terdiri dari tenaga pengamanan, case manager, dan operator Sekolah Rakyat.

Pelatihan digelar untuk meningkatkan kapasitas SDM Sekolah Rakyat dalam aspek keamanan dan perlindungan anak, penanganan kasus peserta didik, serta pengelolaan data pendidikan. Upaya tersebut diharapkan dapat mendukung penyelenggaraan Sekolah Rakyat yang aman, berkualitas, dan profesional.

Usai kegiatan, Gus Ipul menjelaskan Sekolah Rakyat memiliki sejumlah fungsi, mulai dari edukasi, rehabilitasi, hingga pemberdayaan. Karena itu, setiap SDM harus mampu menjalankan tugas sesuai bidang masing-masing.

Dia menilai kedisiplinan, kepatuhan terhadap kode etik, serta empati menjadi aspek penting yang harus dimiliki seluruh SDM Sekolah Rakyat. Terlebih, para peserta didik berasal dari keluarga dengan kondisi sosial ekonomi beragam, khususnya kelompok masyarakat tidak mampu yang masuk desil 1 dan 2 Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN).

"Sehingga memerlukan pendampingan dengan penuh empati dari seluruh pemangku kepentingan Sekolah Rakyat. Intinya SDM-nya terus diperkuat, tata kelolanya terus diperbaiki, mudah-mudahan ini sesuai dengan harapan Pak Presiden," ujarnya.

Selain menekankan pentingnya profesionalisme, Gus Ipul juga mengingatkan seluruh SDM Sekolah Rakyat agar menjauhi tiga dosa besar pendidikan, yakni perundungan, kekerasan fisik dan seksual, serta intoleransi atau radikalisme.

Dia juga mengajak seluruh peserta pelatihan menyatakan ikrar dan membangun komitmen bersama untuk mencegah segala bentuk pelanggaran tersebut di lingkungan Sekolah Rakyat.

"Jika saya diketahui melakukan tiga hal tersebut, siap diberhentikan kapanpun. Saya berjanji akan ikut menjaga keamanan dan kenyamanan di lingkungan sekolah rakyat. Dan juga siap melaporkan siapapun yang melakukan ketiga-tiganya di lingkungan Sekolah Rakyat," kata para peserta serentak.

Gus Ipul menegaskan pemerintah tidak akan memberikan toleransi kepada SDM Sekolah Rakyat yang terbukti melakukan salah satu dari tiga pelanggaran tersebut. Sanksi tegas berupa pemberhentian akan langsung diberikan tanpa melalui tahapan peringatan.

"Karena siapapun yang melakukan ini, tidak akan kita toleransi dan akan langsung kita berhentikan. Langsung kita berhentikan, tidak ada ceritanya pakai peringatan-peringatan," tegasnya.

Dalam kesempatan yang sama, Gus Ipul juga mendorong para SDM Sekolah Rakyat untuk berperan sebagai Agen Perlinsos. Peran tersebut antara lain membantu proses registrasi ulang penerima bantuan sosial (bansos) dan pemutakhiran data secara digital.

Menurut dia, keterlibatan SDM Sekolah Rakyat dapat memperkuat upaya pemerintah dalam memperbarui data penerima bantuan sosial melalui Gerakan Nasional Peduli Tetangga.

Melalui gerakan ini, para Agen Perlinsos diharapkan membantu warga sekitar yang memenuhi syarat menerima bansos, tetapi belum terdaftar dalam sistem pemerintah.

"Tidak hanya Bapak Ibu sekalian, tapi saya minta pulang dari sini, ajak tenaga kependidikan yang lain, ajak teman-teman, saudara-saudara, teman-teman sekalian yang bisa menjadi Agen Perlinsos. Ini adalah sistem terbaru pemerintah dalam rangka menjangkau mereka yang paling membutuhkan," kata Gus Ipul.

Kegiatan pelatihan tersebut juga dimeriahkan penampilan siswa Sekolah Rakyat. Para siswa menunjukkan kepercayaan diri melalui pertunjukan tari nusantara, paduan suara, hingga pembacaan puisi.

Sejumlah pejabat turut hadir dalam kegiatan tersebut, di antaranya Plt. Kepala Pusdiklatbangprof Kemensos Afrizon Tanjung, Inspektur Jenderal Kemensos Dody Sukmono, Staf Khusus Menteri Sosial Bidang Komunikasi dan Media Massa Fatkhurohman Taufik, serta Direktur Poltekesos Bandung Suharma.

Hadir pula jajaran pejabat tinggi madya dan pratama Kemensos, staf ahli dan tenaga ahli Menteri Sosial, serta para fasilitator.

(ory/ory)


KOMENTAR

ARTIKEL TERKAIT
TOPIK TERKAIT
TERPOPULER
LAINNYA DARI DETIKNETWORK