Neraca perdagangan Indonesia kembali mencatatkan surplus sebesar US$7,03 miliar pada kuartal III-2026. Capaian ini membalikkan posisi perdagangan nasional yang sebelumnya mengalami defisit US$1,97 miliar pada kuartal II-2026.
Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat surplus tersebut ditopang oleh peningkatan kinerja ekspor sepanjang Juli hingga September 2026. Pada periode tersebut, nilai ekspor Indonesia mencapai US$80,42 miliar, meningkat 8,72 persen (c-to-c) dibandingkan kuartal II-2026 yang sebesar US$73,97 miliar.
"Neraca perdagangan Indonesia kembali menunjukkan perkembangan impresif pada triwulan III-2026, setelah sempat defisit pada triwulan sebelumnya. Surplus tercatat sebesar US$7,03 miliar, didorong oleh penguatan kinerja ekspor," ungkap Kepala BPS RI, Amalia Adininggar Widyasanti di Jakarta (2/11).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Amalia menjelaskan, nilai ekspor pada kuartal III-2026 menjadi yang tertinggi dalam tiga tahun terakhir. Angka tersebut bahkan melampaui rekor sebelumnya sebesar US$74,32 miliar yang tercatat pada kuartal III-2025.
![]() Perkembangan Neraca Perdagangan Triwulanan Indonesia 2025-2026 (Miliar US$). (Foto: Arsip BPS). |
Kenaikan ekspor terutama berasal dari sektor nonmigas. BPS mencatat ekspor nonmigas pada kuartal III-2026 mencapai US$77,69 miliar, naik 9,44 persen dibandingkan kuartal sebelumnya yang sebesar US$70,99 miliar.
Secara tahunan, ekspor nonmigas selama Juli-September 2026 juga tumbuh 8,81 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Berbeda dengan sektor nonmigas, ekspor migas justru mengalami penurunan. Nilainya tercatat sebesar US$2,73 miliar pada kuartal III-2026, turun 8,30 persen dibandingkan kuartal II-2026 yang mencapai US$2,98 miliar.
![]() Perkembangan Nilai Ekspor-Impor Triwulanan Indonesia 2025-2026 (Miliar US$). (Foto: Arsip BPS). |
Sementara itu, nilai impor Indonesia pada periode yang sama tercatat sebesar US$73,39 miliar. Angka tersebut menyusut 3,35 persen dibandingkan kuartal sebelumnya yang mencapai US$75,94 miliar.
Kombinasi peningkatan ekspor dan penurunan impor tersebut menjadi faktor utama yang mendorong neraca perdagangan Indonesia kembali mencatatkan surplus pada kuartal III-2026. Kinerja ini sekaligus menunjukkan penguatan aktivitas perdagangan nasional setelah sempat tertekan pada triwulan sebelumnya.
(pdh/pdh)

