BPS Catat IPM Indonesia Meningkat Jadi 76,59, Jakarta Masih Tertinggi

Advertorial | CNN Indonesia
Kamis, 05 Nov 2026 15:18 WIB
BPS Catat IPM Indonesia Meningkat Jadi 76,59, Jakarta Masih Tertinggi
Ilustrasi. (Foto: CNN Indonesia/Adi Ibrahim).
Jakarta, CNN Indonesia --

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Indonesia meningkat menjadi 76,59 pada 2026. Angka tersebut naik 0,69 poin dibandingkan capaian tahun sebelumnya yang sebesar 75,90.

Kenaikan ini mencerminkan perbaikan kualitas hidup masyarakat Indonesia, terutama dari aspek kesehatan, pendidikan, dan standar hidup layak.

Kepala BPS Amalia Adininggar Widyasanti mengatakan peningkatan IPM terjadi seiring dengan membaiknya seluruh komponen pembentuk indeks tersebut. Hal ini disampaikan dalam pemaparan laporan terkini IPM Indonesia di Jakarta, Kamis (5/11).

"Seluruh komponen pembentuk IPM yaitu umur harapan hidup saat lahir, harapan lama sekolah, rata-rata lama sekolah, serta pengeluaran riil per kapita, mengalami kenaikan dibandingkan tahun sebelumnya," kata Amalia.

BPS mencatat umur harapan hidup bayi yang lahir pada 2026 mencapai 74,68 tahun. Angka ini meningkat dibandingkan tahun 2025 yang tercatat sebesar 74,47 tahun.

Dari aspek pendidikan, rata-rata lama sekolah penduduk Indonesia pada 2026 mencapai 9,16 tahun. Sementara itu, harapan lama sekolah tercatat sebesar 13,34 tahun.

Perbaikan juga terjadi pada dimensi standar hidup layak. Pengeluaran riil per kapita per tahun yang disesuaikan tercatat mencapai Rp13,37 juta, atau meningkat sekitar Rp566 ribu dibandingkan tahun sebelumnya.

Peningkatan tersebut menunjukkan adanya perbaikan kemampuan masyarakat dalam memenuhi kebutuhan hidup. Kenaikan pengeluaran riil per kapita juga menjadi salah satu indikator membaiknya kondisi ekonomi masyarakat.

Jika dilihat berdasarkan wilayah, DKI Jakarta menjadi provinsi dengan IPM tertinggi pada 2026, yakni mencapai 85,88. Posisi kedua ditempati DI Yogyakarta dengan skor 83,43, disusul Kepulauan Riau sebesar 81,12.

Selain ketiga provinsi tersebut, Kalimantan Timur dan Bali juga berhasil masuk dalam kategori pembangunan manusia sangat tinggi. Masing-masing mencatatkan IPM sebesar 80,09 dan 80,03.

BPS juga mencatat peningkatan status pembangunan manusia di sejumlah provinsi sepanjang 2026. Bali dan Kalimantan Timur berhasil naik dari kategori tinggi menjadi sangat tinggi.

Sementara itu, Nusa Tenggara Timur dan Papua Selatan mengalami peningkatan status dari kategori sedang menjadi tinggi.

Amalia mengatakan perubahan status tersebut menjadi salah satu capaian positif dalam pembangunan manusia di Indonesia.

"Khusus Provinsi Bali dan Kalimantan Timur, terjadi peningkatan status pembangunan manusia dari tinggi menjadi sangat tinggi dan Provinsi Nusa Tenggara Timur dan Papua Selatan dari sedang menjadi tinggi. Ini tentu capaian yang patut diapresiasi," tutup Amalia.

(adv/adv)
LIHAT SELENGKAPNYA