Dukungan Jakarta, sebagai ibu kota dan pemilik infrastruktur olah raga terlengkap, menjadi penting dalam pencalonan Indonesia sebagai tuan rumah, menurut Iwan. Ia mencontohkan bahwa tanpa dukungan Jakarta sebagai penyokong fasilitas utama, Surabaya mengalami kegagalan mencalonkan diri sebagai tuan rumah ASIAN Games 2019.
Pada 2012 lalu, Surabaya sempat mencalonkan diri sebagai tuan rumah ASIAN Games 2019, namun akhirnya kalah oleh Hanoi, Vietnam. Tapi, pada 24 April 2014, Vietnam resmi mengundurkan diri sebagai penyelenggara acara olah raga terbesar di Asia tersebut karena alasan ketidaksanggupan menyelenggarakan turnamen dalam skala seperti ASIAN Games.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Berkat adanya Jakarta, peluang terbuka kembali," ujar Iwan.
Mengenai daerah yang akan menjadi tuan rumah ASIAN Games, Iwan menuturkan bahwa pembagiannya akan diurus selepas ada kepastian Indonesia sebagai tuan rumah, dengan Kemenpora sebagai pemegang kewenangan utama. Termasuk juga masalah estimasi biaya dan masalah pendanaan.
Selain Indonesia, negara lain yang mengajukan diri setelah Vietnam mundur adalah India. Komite Olimpiade Asia akan memberikan keputusan saat ASIAN Games ke-17 diselenggarakan pada September 2014 di Incheon, Korea Selatan.
Pada 7-8 Agustus ini, Komite Olimpiade Asia akan datang ke Indonesia untuk melihat kesiapan sebagai tuan rumah. Sebelumnya, pada akhir Juli 2014, ketua KOI Indonesia, Rita Subowo, didampingi oleh Deputi Gubernur DKI Jakarta dan Iwan telah mengunjungi Komite Olimpiade Asia di Kuwait.