Pada laga melawan Real Madrid, striker tim nasional Uruguay itu akan menjalani debut bersama Barcelona, setelah ia dihukum larangan bertanding empat bulan karena menggigit pemain belakang tim nasional Italia, Giorgio Chiellini, pada Piala Dunia 2014 lalu.
Peristiwa penggigitan itu adalah kali ketiga Suarez menggigit lawannya, dengan insiden pertama terjadi kala ia membela Ajax pada 2010 dan yang kedua saat bermain untuk Liverpool pada 2013.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Penyerang berusia 27 tahun itu berkata bahwa ia sedang mendapatkan bantuan profesional untuk menangani dorongan untuk "mengigit". Namun, pada buku otobiografinya --yang diterbitkan secara berseri oleh koran The Guardian-- ia menyatakan bahwa tindakan tersebut tak perlu dihukum berat.
Gigitan saya tidak seperti gigitan Mike Tyson pada telinga Evander HolyfieldLuis Suarez |
"Efek (menggigit) pada pemain tidak sebanding dengan menderita tekel yang buruk. Kadang sepak bola Inggris berbangga diri karena menghasilkan rataan kartu kuning terendah di Eropa, namun tentu saja hal itu akan terjadi jika Anda bisa menghajar kaki seseorang dan tetap tidak terkena hukuman."
Jika mereka menjadi liga dengan rataan tekel yang bisa menghancurkan karier pemain paling sedikit, maka hal itu baru bisa dibanggakan."
"Saya sadar bahwa mengigit itu menjijikan bagi sebagian orang. Namun, itu tidak berbahaya."
"Ketika Ivanovic menggulung lengan bajunya untuk menunjukkan bekas gigitan pada wasit, nyaris tidak terlihat apa-apa," tambahnya.
"Gigitan saya tidak seperti gigitan Mike Tyson pada telinga Evander Holyfield, meski demikian ini tidak bisa dibenarkan."
Musim lalu Suarez menjadi top skor Liga Inggris dengan mencetak 31 gol dari 33 pertandingan untuk Liverpool. Pada musim panas, ia dibeli Barcelona dengan harga 81 juta Euro.
Pelatih Barcelona, Luis Enrique, berkata bahwa Suarez pasti diturunkan melawan Real Madrid di Santiago Bernabeu, meski ia tidak memastikan jumlah menit yang akan dimainkan Suarez.