KASUS PSS-PSIS

Jokdri: Semifinal DU Bukan di Kalimantan

Haryanto Tri Wibowo, CNN Indonesia | Senin, 27/10/2014 17:08 WIB
Jokdri: Semifinal DU Bukan di Kalimantan Pemain PSIS Semarang Julio Alcorse (biru) berduel dengan pemain PSS Sleman Waluyo. Kedua tim dianggap telah mencoreng sportivitas setelah lima gol bunuh diri tercipta di laga PSS melawan PSIS, Minggu (26/10). (ANTARA/R. Rekotomo)
Jakarta, CNN Indonesia -- CEO PT Liga Indonesia, Joko Driyono, memastikan babak semifinal Divisi Utama (DU) 2014 akan digelar di Stadion Gelora Delta Sidoarjo, Jawa Timur. Joko membantah babak semifinal akan digelar di Stadion Segiri, Samarinda.

"Semifinal Divisi Utama akan digelar di Sidoarjo pada 12 November. Tidak ada rencana menggelar semifinal di Samarinda," ujar Joko kepada CNN Indonesia, Senin (27/10).

Pernyataan Joko sekaligus mematahkan dugaan bahwa pertandingan akan dilangsungkan di Kalimantan. Sebelumnya, PSS dan PSIS diduga berusaha menghindari Pusamania Borneo FC, yang merupakan runner-up Grup P, di babak semifinal karena kedua klub sepertinya mengira babak semifinal akan berlangsung di markas Borneo FC.


Lima gol bunuh diri tercipta pada pertandingan PSS melawan PSIS di Lapangan Sasana Krida Akademi Angkatan Udara (AAU), Yogyakarta, Minggu (26/10). PSS menang 3-2. 

PSS dan PSIS terkesan takut dengan teror suporter Borneo FC jika pertandingan semifinal digelar di Stadion Segiri. Hal ini berkaca dari keputusan Persis Solo yang memutuskan tidak hadir pada laga terakhir Grup P melawan Borneo FC di Stadion Segiri, Minggu (26/10).

Meski sudah hadir di Samarinda, skuat Persis tidak muncul pada hari H pertandingan karena terus mendapat intimidasi dari suporter tuan rumah. Borneo FC pun dinyatakan menang WO, dan lolos ke babak semifinal sebagai runner-up Grup P.

Usai dinyatakan menang WO atas Persis, Presiden Borneo FC, Nabil Husein Said Amin, berusaha mengirim surat ke PT Liga. Surat itu berisikan permohonan menggelar babak semifinal di Stadion Segiri.

"Keinginan saya mengajukan Samarinda sebagai tuan rumah karena kami rasa kami layak. Apa salahnya kami usaha dulu menawarkan diri. Kalau memang harus di tempat netral, tidak masalah. Kami siap," ujar Nabil seperti dikutip dari situs resmi Borneo FC.

Babak final Divisi Utama rencananya juga akan digelar di Sidoarjo, 15 November mendatang.