Kedua tim diduga melakukan pertandingan sepak bola seperti dagelan itu untuk menghindari Pusamania Borneo FC di semifinal. Namun, ketika kedua tim dipanggil Komisi Disiplin (Komdis) PSSI justru saling mengklaim tidak takut menghadapi Pusamania Borneo FC di babak semifinal.
Manajer Umum PSIS, Kairul Anwar, mengatakan, timnya tidak pernah berencana melakukan gol bunuh diri untuk menghindari Borneo FC. Kairul mengaku timnya terprovokasi dengan tindakan pemain PSS yang lebih dulu melakukan gol bunuh diri.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kami tidak takut lawan Borneo FC. Kami siap menghadapi siapapun. Hanya saja kami terprovokasi. Kondisi lapangan juga tidak layak untuk menggelar pertandingan. Semua faktor itu membuat pemain kami emosional," sambungnya.
"Gol bunuh diri kami tidak sengaja. Lihat saja gol bunuh diri kedua kami dari sudut sempit. Justru PSIS yang tidak mau jadi juara grup dengan berusaha mencetak tiga gol bunuh diri. Kami tidak takut menghadapi Borneo FC," ucap Suparjiono.
PSS akhirnya dipastikan menjadi juara Grup N setelah menang 3-2 atas PSIS. PSS akan menghadapi Borneo FC di babak semifinal Divisi Utama yang rencananya digelar di Sidoarjo, 15 November mendatang.
Hingga berita ini diturunkan sidang Komdis yang berlangsung sejak petang tadi masih terus berlangsung.