Usai laga melawan Stoke, penyerang 30 tahun itu lebih memilih bermain di luar kandang. Adebayor mengklaim suporter Tottenham tidak memberikan dukungan yang dibutuhkan tim saat pertandingan.
Adebayor menolak pernyataannya tersebut dianggap sebagai kritikan untuk suporter Spurs.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selain kekalahan dari Stoke, Tottenham juga menderita kekalahan dari West Bromwich Albion, Newcastle United, dan Liverpool, saat mereka bermain di kandang sendiri.
"Akankah membantu bermain di kandang lawan? Sejujurnya, saya rasa seperti," ujar Adebayor sesaat setelah kekalahan dari Stoke di White Hart Lane.
"Setidaknya Anda akan tahu ada banyak suporter tim lawan yang mengganggu, dibandingkan suporter sendiri yang melakukannya," sambungnya.
Serangan Balik
Suporter Tottenham langsung merespon setelah Adebayor melontarkan kritikan. Martin Cloake, anggota suporter Tottenham, mengatakan, para suporter merupakan pendukung yang setia dan sabar.
Cloake menyoroti pernyataan Adebayor yang lebih memilih bermain di luar White Hart Lane, padahal kenyataannya catatan gol penyerang asal Togo itu di kandang lawan tidak terlalu bagus. Seperti saat menghadapi Aston Villa di Villa Park.
"Apa yang menarik dari komentar Adebayor adalah bagaimana ia mengatakan sulitnya bermain di kandang, tetapi di Villa pun ia juga tidak bermain bagus, dan faktanya seluruh tim bermain sangat jelek," ujar Cloake menyoroti kemenangan tipis 2-1 atas Villa awal bulan ini.
Namun Cloake tidak hanya menyerang Adebayor. Ia juga mengkritik pemilik Spurs, Daniel Levy, yang sering memecat manajer.
Levy sebelumnya telah memecat banyak manajer, dan dua nama terakhir yang menjadi korban adalah Andre Villas-Boas dan Tim Sherwood.